Connect with us

NEWS

Hari Pers Nasional 2025: Lis Tabuni Ajak Insan Pers Perkuat Komitmen Sebagai Suara Rakyat

Published

on

Kitasulsel–PAPUATENGAH — Dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI, Lis Tabuni, mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga integritas dan komitmen dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

Lis Tabuni, yang juga merupakan anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Tengah, menegaskan bahwa pers memiliki peran krusial dalam demokrasi.

“Pada Hari Pers Nasional ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk menjaga pers sebagai suara rakyat,” ujarnya pada Minggu (9/2/2025).

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi pers di era digital, di mana penyebaran informasi semakin cepat namun juga rentan terhadap berita hoaks dan disinformasi.

Menurutnya, kebebasan pers harus terus dilindungi agar tetap menjadi pilar keempat demokrasi yang independen dan bertanggung jawab.

BACA JUGA  Sah! DPRD Sulsel Tetapkan Perda Tata Tertib Periode 2024-2029

“Pers yang kuat adalah pers yang berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan selalu mengutamakan kebenaran. Di tengah arus informasi yang begitu deras, masyarakat membutuhkan media yang dapat dipercaya dan menjadi rujukan utama,” tambahnya.

Selain itu, Lis Tabuni mengapresiasi kerja keras para jurnalis yang terus mengawal demokrasi di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan dalam akses informasi.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam mendorong pembangunan di berbagai wilayah, termasuk di Papua Tengah. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Momentum Milad ke 53,RMS Gelar Buka Puasa dan Bagi Ribuan Sembako

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  433 Visa Jamaah Annur Travel dan JRW Rampung, Jamaah Siap Diberangkatkan Menuju Baitullah
Continue Reading

Trending