Connect with us

NEWS

Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah:Suluruh Guru Pondok Pesantren Bisa Umrah

Published

on

Kitasulsel—Sengkang– Kepercayaan masyarakat terhadap Pondok Pesantren As’adiyah semakin besar, terutama kepada Ketua Umum As’adiyah, Anregurutta AGH Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar.

Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mempercayakan keberangkatan ibadah mereka melalui program yang diinisiasi oleh Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah sekaligus Staff Khusus Menteri Agama, Prof H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., menyampaikan bahwa seluruh hasil dari program ini 100% masuk ke yayasan.

Dampaknya, seluruh guru di Pondok Pesantren As’adiyah bisa berangkat umrah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan Islam.

H. Bunyamin menjelaskan bahwa program ini dapat berjalan dengan baik berkat sinergi antara Pondok Pesantren As’adiyah dan Dafa Duta Tour.

BACA JUGA  Tujuh Pelaku Pengeroyokan di Pantai Losari Ditangkap, Sempat Konvoi Bawa Sajam

“Saya sebagai ketua yayasan hanya membuat program, namun dengan nama besar Anregurutta AGH Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, program ini bisa berjalan dengan lancar dan bahkan sudah auto pilot,” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang semakin yakin dengan kredibilitas Pondok Pesantren As’adiyah dalam mengelola berbagai kegiatan keagamaan.

Dengan keberhasilan ini, Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah berharap dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat Islam. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Tujuh Pelaku Pengeroyokan di Pantai Losari Ditangkap, Sempat Konvoi Bawa Sajam

Published

on

Kitasulsel–Makassar,  – Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan berhasil mengamankan tujuh pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap seorang warga di Pantai Losari. Para pelaku bahkan sempat melakukan konvoi di jalan raya sambil membawa senjata tajam, sehingga meresahkan masyarakat.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu malam, 25 April 2026, saat korban tengah berada di kawasan Pantai Losari. Secara tiba-tiba, korban didatangi oleh sekelompok pelaku dan langsung mengalami aksi kekerasan secara bersama-sama.

Korban dipukul berulang kali pada bagian wajah hingga mengalami luka di pelipis. Tidak hanya itu, korban juga dipaksa naik ke sepeda motor milik para pelaku dan dibawa berkeliling ke sejumlah lokasi di Kota Makassar, termasuk kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga dan sekitar Pantai Akkarena.

BACA JUGA  Usaha Karangan Bunga di Makassar Ludes Terbakar: 3 Titik Terdampak

Di lokasi-lokasi tersebut, aksi kekerasan kembali terjadi. Para pelaku secara bergantian terus melakukan pemukulan terhadap korban.

Aksi brutal ini akhirnya terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait konvoi geng motor yang membawa senjata tajam serta mengancam pengguna jalan.

Tim Unit 5 Resmob Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sulsel yang dipimpin oleh AKP Wawan Suryadinata langsung bergerak melakukan pengejaran. Satu pelaku pertama berhasil diamankan di kawasan Jalan Urip Sumoharjo.

Dari hasil interogasi, polisi kemudian mengembangkan kasus dan berhasil menangkap enam pelaku lainnya di sejumlah lokasi berbeda, termasuk di sebuah penginapan di Jalan Lasinrang, Makassar.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya ketapel, mata busur, beberapa unit sepeda motor, serta lima unit telepon genggam.

BACA JUGA  Tiga Kali Beruntun dalam Sepekan, JRW–Annur Kembali Antar Jamaah Umrah Program 13 Hari

Kanit Unit 1 Resmob Polda Sulsel, Arsyad Samosir, menyebut ketujuh pelaku tergabung dalam kelompok geng motor yang kerap melakukan penyerangan terhadap warga di sejumlah lokasi di Makassar.

“Ketujuh orang ini tergabung di suatu kelompok geng motor yang kadang melakukan penyerangan di suatu tempat atau ke warga setempat,” ujar Aiptu Arsyad Samosir.

Saat ini, ketujuh pelaku bersama barang bukti telah diserahkan ke Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta jaringan kelompok geng motor yang lebih luas di wilayah tersebut.

Continue Reading

Trending