Connect with us

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Dukung Event Nasional, Dorong HDCI Jadikan Makassar Titik Touring

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event dan kegiatan yang digelar di Kota Makassar. Menurutnya, kehadiran kegiatan berskala nasional maupun komunitas mampu memperkuat citra kota sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi, termasuk okupansi sektor perhotelan.

Hal tersebut disampaikan Munafri yang akrab disapa Appi saat menghadiri pelantikan pengurus cabang Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Makassar dan HDCI Kendari periode 2025–2028 di Hotel Claro Makassar, Sabtu (2/5/2026).

“Kota Makassar siap menjadi tuan rumah berbagai event, termasuk sebagai lokasi mandatory touring HDCI. Kita harapkan start dan finish kegiatan tersebut bisa dilaksanakan di Makassar,” ujar Appi.

Ia menegaskan, dengan berbagai potensi yang dimiliki, Kota Makassar terus berbenah menjadi kota yang maju dan modern. Kehadiran komunitas seperti Harley-Davidson Club Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan menuju kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.

BACA JUGA  HUT ke 417 Kota Makassar, Pjs Wali Kota Paparkan Capaian Kinerja Pemkot Makassar

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh hadirin dari berbagai wilayah di Indonesia. Kami berharap kunjungan ini memberikan pengalaman baru, baik dari sisi destinasi wisata maupun ragam kuliner khas Kota Makassar,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus HDCI Makassar dan HDCI Kendari yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2025–2028 mampu menjaga soliditas organisasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa organisasi ini mampu menjaga solidaritas antaranggota, yang menjadi modal utama dalam menjaga eksistensi organisasi sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, dan kolaborasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Munafri menilai HDCI bukan sekadar komunitas penyalur hobi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam membangun jejaring yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas. Keberadaan motor premium seperti Harley-Davidson di Makassar juga menjadi indikator kota yang aman dan kondusif serta mampu mengakomodasi gaya hidup komunitas.

BACA JUGA  Melinda Aksa Tinjau Gedung TP PKK Makassar, Optimalkan Dukungan Kerja di Masyarakat

Ia pun mengajak seluruh anggota HDCI, yang dikenal dengan sebutan brothers dan sisters, untuk terus menjaga kekompakan serta memperkuat solidaritas, sekaligus aktif mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas.

Selain itu, Appi mendorong kolaborasi lebih erat antara Harley-Davidson Club Indonesia dan Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Ia mengapresiasi sejumlah program sosial HDCI yang dinilai inspiratif, seperti mengajak anak-anak panti asuhan berbelanja menggunakan motor Harley-Davidson.

“Tentu, bukan sekadar kegiatan komunitas, tapi bentuk kepedulian nyata. Anak-anak yang mungkin tidak pernah membayangkan pengalaman seperti itu, bisa merasakannya langsung. Ini sangat menyentuh,” ujarnya.

Kegiatan lain yang melibatkan marbot masjid juga mendapat apresiasi karena dinilai mampu menjawab stigma negatif terhadap komunitas motor besar.

BACA JUGA  Pjs Wali Kota Arwin Azis Ajak Jemaah Masjid Darussalam Bijak Berpilkada dan Ikut Sabtu Bersih

Appi kembali menegaskan keinginannya agar Makassar ditetapkan sebagai salah satu titik mandatory touring HDCI di Indonesia, khususnya untuk wilayah Sulawesi.

“Saya menyampaikan kepada pengurus pusat agar Makassar menjadi titik kumpul touring. Nantinya peserta bisa menjelajahi Sulawesi, ke Kendari, Manado, dan daerah lainnya, namun tetap dengan start dan finish di Makassar. Pemerintah Kota siap mendukung penuh,” tegasnya.

Menutup sambutannya, ia berharap berbagai kegiatan positif yang telah dilakukan HDCI dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan sosial di Kota Makassar.

“Kalau ini bisa disepakati, kita siap tindak lanjuti. Harapannya, ini menjadi ruang kolaborasi yang baik antar daerah, termasuk dengan Kendari,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Kinerja Awal Pemerintahan MULIA di Makassar Tuai Apresiasi, Dinilai Efektif dan Berdampak Nyata

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Kinerja Pemerintah Kota Makassar pada periode awal kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA) menuai perhatian positif dari berbagai kalangan.

Pengamat kebijakan publik dari Parameter Publik Indonesia, Ras MD, menilai pemerintahan MULIA menunjukkan kinerja yang efektif, terukur, serta berdampak langsung bagi masyarakat dalam waktu relatif singkat.

“Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, tren kinerja pemerintahan Kota Makassar terus menunjukkan arah positif. Program-program yang dijalankan tidak hanya terencana dengan baik, tetapi juga memberikan dampak nyata,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurut Ras, arah kebijakan dan implementasi program yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar berada di jalur yang tepat. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik hingga tingginya tingkat kepuasan masyarakat.

Dari sisi pelayanan publik, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tercatat mencapai 8,76 dengan kategori mutu pelayanan “sangat baik”. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan perbaikan signifikan dalam kinerja berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

BACA JUGA  Danny Pomanto Lantik 91 Pejabat Fungsional Tertentu Pemkot Makassar

Selain itu, survei kebijakan pada Februari 2026 menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 80,01 persen atau masuk kategori tinggi. Capaian ini dinilai sebagai bukti bahwa kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan warga secara langsung.

“Tingginya kepuasan publik ini tidak lepas dari konsistensi realisasi program prioritas,” jelas Ras.

Sejumlah program yang dinilai berkontribusi antara lain penataan kota melalui penertiban parkir liar, pembenahan kawasan publik, serta penataan pedagang kaki lima (PKL) yang kini lebih tertib dan terarah.

Tak hanya dari sisi persepsi publik, kinerja Pemerintah Kota Makassar juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Pada April 2026, melalui Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Makassar ditetapkan sebagai daerah dengan status kinerja tinggi dengan skor 3,6171.

BACA JUGA  Ketua TP PKK Makassar Apresiasi Kemajuan Perumda Parkir Pada Acara Penyerahan SK 100%

Penilaian tersebut mencakup berbagai indikator, seperti capaian pembangunan daerah, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan, tata kelola pemerintahan, hingga inovasi program unggulan.

“Dari seluruh indikator tersebut, Makassar menunjukkan performa yang unggul, bahkan menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang meraih predikat kinerja tinggi,” ungkapnya.

Ras menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari pendekatan kepemimpinan kolaboratif yang melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, stakeholder, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Dengan pendekatan ini, pembangunan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama,” katanya.

Selain itu, capaian di bidang sosial juga menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data SETARA Institute tahun 2026, Makassar masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia dengan menempati peringkat ke-9 nasional.

BACA JUGA  Pj Sekda Makassar Buka Sosialisasi Radiologi Kedokteran Unhas

Peringkat tersebut melonjak drastis dibandingkan posisi ke-52 pada Indeks Kota Toleran tahun 2024, menunjukkan peningkatan kuat dalam menjaga kerukunan sosial di tengah keberagaman.

Di tingkat internasional, Makassar juga mencatat prestasi melalui program Revitalizing Informal Settlements and Their Environment (RISE) yang masuk lima besar proyek terbaik dunia pada ajang WRI Ross Center Prize for Cities di New York, April 2026.

Ajang tersebut diikuti sekitar 300 kota dari berbagai negara, sebelum akhirnya menetapkan lima finalis dengan inovasi terbaik di bidang lingkungan dan pembangunan kota berkelanjutan.

Dengan berbagai capaian tersebut, kinerja awal pemerintahan MULIA dinilai berhasil membangun fondasi kuat dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan berkelanjutan.

“Makassar tidak hanya menunjukkan kemajuan, tetapi juga percepatan pembangunan dengan arah yang jelas, terukur, dan memberikan bukti nyata bagi masyarakat,” tutup Ras.

Continue Reading

Trending