Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Final Bendoro Cup I Berlangsung Dramatis, Bendoro FC Juara Lewat Adu Penalti

Published

on

Kitasulsel–Sidrap – Partai puncak Turnamen Sepak Bola Bendoro Cup I yang digelar di Lapangan Sepak Bola Bendoro, Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kamis (22/1/2026), berlangsung dramatis dan menyedot perhatian ribuan penonton.

Laga final yang mempertemukan Bendoro FC kontra Sparta Compong FC harus ditentukan melalui babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal berakhir.

Pertandingan puncak tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, yang sekaligus menutup secara resmi turnamen Bendoro Cup I. Ribuan penonton tampak memadati area lapangan, menyaksikan duel sengit dua tim yang tampil penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua kesebelasan bermain terbuka dan saling melancarkan serangan. Jual beli serangan terjadi sepanjang pertandingan, namun solidnya lini pertahanan masing-masing tim membuat skor tetap kacamata hingga akhir waktu normal.

BACA JUGA  Kebersamaan Ramadan, Bupati dan Wabup Sidrap Berbuka Puasa di Islamic Center

Hasil imbang memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Dalam momen penentuan tersebut, Bendoro FC tampil lebih tenang dan efektif. Mereka akhirnya memastikan gelar juara setelah menang tipis 7–6 atas Sparta Compong FC.

Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Sidrap Abdul Rahman yang juga menjabat Ketua Askab PSSI Sidrap, Andi Asman, Camat Watang Sidenreng Andi Saipullah Tenri Tatta, Kapolsek Maritengngae Iptu Irwansyah, serta Danramil 1420-03 Maritengngae Kapten Arh Ridwan.

Hadir pula Kepala Desa Talumae Satri, ketua panitia, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan masyarakat Desa Talumae atas suksesnya penyelenggaraan turnamen.

BACA JUGA  Rappang Run 2026 Tak Sekadar Adu Cepat, Kreativitas Anak Muda dan UMKM Lokal Ikut Bergerak

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Sidrap sangat mengapresiasi terselenggaranya turnamen ini. Beberapa bulan terakhir, sejumlah event olahraga di Sidrap berjalan aman, tertib, dan mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas serta menjadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Bendoro Cup I, Satri, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh masyarakat atas dukungan penuh selama turnamen berlangsung.

Turnamen Bendoro Cup I sendiri digelar sejak 4 hingga 22 Januari 2026 dan mempertandingkan total 15 laga. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Terima Kunjungan DPRD Maros, Bahas Rekonfungsi Anggaran

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menggelar pengundian door prize bagi para penonton. Hadiah utama berupa sepeda listrik menjadi daya tarik tersendiri dan menambah semarak suasana penutupan turnamen.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BPS RI Tinjau Pabrik Beras Modern di Baranti, Sidrap Jadi Percontohan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Published

on

KITASULSEL— SIDRAP — Kunjungan penting dilakukan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau langsung aktivitas industri penggilingan beras modern di Kecamatan Baranti yang menjadi salah satu pusat produksi beras terbesar di Indonesia Timur.

Kunjungan itu turut didampingi Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang memaparkan perkembangan pesat sektor pertanian dan industri pengolahan beras di daerahnya. Ia menjelaskan bahwa Sidrap kini menjadi salah satu penopang utama suplai beras di kawasan Indonesia Timur.

“Setiap hari sekitar 100 truk beras didistribusikan dari Sidrap untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia Timur. Ini menunjukkan betapa besar peran industri penggilingan beras di daerah kami,” ujar Syaharuddin.

BACA JUGA  Sinergi Lintas Sektoral Siap Amankan Idul Fitri 1446 H di Sidrap

Menurutnya, saat ini Sidrap memiliki sekitar 280 unit pabrik penggilingan beras besar yang beroperasi dengan teknologi modern. Salah satu yang dikunjungi adalah pabrik PB Sejati di Baranti yang mampu memproduksi sekitar 320 ton beras per hari.

Industri tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran pabrik-pabrik modern ini juga membuka peluang kerja serta melibatkan banyak masyarakat sebagai petani, pemasok gabah, hingga pelaku distribusi.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menilai capaian ekonomi Sidrap merupakan prestasi luar biasa. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut pada 2025 menunjukkan kinerja yang sangat baik.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Pertumbuhan ekonomi Sidrap bisa menjadi percontohan bagi daerah lain, karena menunjukkan bagaimana sektor pertanian dan industri pengolahan mampu mendorong ekonomi daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA  Rappang Run 2026 Tak Sekadar Adu Cepat, Kreativitas Anak Muda dan UMKM Lokal Ikut Bergerak

Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik harus bersifat inklusif, yakni dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Salah satu indikator pentingnya adalah penurunan angka kemiskinan serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Selain menopang kebutuhan pasar, produksi beras dari Sidrap juga disiapkan untuk berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran beras untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta kebutuhan masyarakat Indonesia.

Dengan kekuatan sektor pertanian, dukungan industri modern, serta partisipasi masyarakat dan para pemasok dari berbagai daerah, Sidrap terus menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Pemerintah daerah berharap kemajuan ini dapat terus dipertahankan sehingga Sidrap tidak hanya menjadi pusat produksi beras, tetapi juga simbol kemajuan ekonomi daerah yang mampu mensejahterakan masyarakat dan menjadi kebanggaan bersama. (ibe)

BACA JUGA  Bupati Sidrap: Aktivitas Tambang Harus Patuhi Regulasi dan Tidak Rugikan Masyarakat
Continue Reading

Trending