Connect with us

NEWS

4 Figur Perebutkan Posisi Calon Ketua Serikat Media Siber SMSI Sulsel

Published

on

Kitasulsel—-Makassar – Jelang Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-II Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan. Sebanyak 4 kandidat sudah mengambil formulir kesiapan maju sebagai ketua.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Musprov Hasanuddin jelang Musprov. Musprov nantinya akan memilih Ketua dan Pengurus Baru SMSI periode 2025-2030.

“Yah, sudah ada 4 calon mengambil formulir untuk kesiapan maju, mereka yakni Ilham Husen (Suara Celebes), Muhammad Taufiq (Bukamata News) dan Akbar Abu Thalib (Linisiar id) dan Andi Besse (Menit Indonesia),” ujar Hasanuddin.

Musprov ke-II SMSI akan membahas beragam isu-isu sentral dan pembinaan perusahaan siber di era digitalisasi.

Kriteria calon yang dicari nantinya, berpengalaman, membawa SMSI Sulsel ke arah yang lebih baik sesuai tema besar Musprov yakni “Memperkuat Eksistensi Media Siber Sebagai Pilar Utama Informasi”.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Pastikan tak Ada Kenaikan PBB Tahun ini

“Tentunya, SMSI Sulsel sesuai tema besar Musprov dan SMSI lebih baik, lebih menarik ada figur perempuan yang ikut mendaftar,” ungkapnya.

Terkait, siapa kandidat kuat akan menahkodai SMSI Sulsel, pihaknya melihat dinamika sangat cair di antara kandidat. “Masih dinamis,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Menkes Tegaskan Kasus Covid-19 Yang Meningkat Tidak Mematikan

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  PT An Nur Maarif Raih Penghargaan Nasional Sebagai Perusahaan Travel Haji & Umrah Terpercaya 2025
Continue Reading

Trending