Connect with us

NEWS

Program Umrah Bagi Guru Pondok Pesantren As’adiyah Ramai Peminat,Dr H Bunyamin M Yapid,LC MH:Berkah Anregurutta

Published

on

Kitasulsel—Wajo—Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiya Dr H Bunyamin M Yapid LC MH Mengapresiasi program umrah bagi pondok pesantren As’adiya baik cabang maupun pusat.

Hal tersebut disampaikan diselah kesibukannya Mendampingi Menag RI sebagai staf khusus Menag dan Tenaga Ahli Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah serta Hubungan Internasional di Jakarta,Kamis 13/02/2025.

“Program ini merupakan bentuk penghargaan kami bagi para guru guru kami di pondok pesantren As’adiya,Program guru pesantren bisa umrah kami inisiasi tanpa memberatkan guru guru kami,semua kami programkan sedemikian simplenya agar semua guru pondok pesantren As’adiya bisa umrah,terangnya.

Lebih lanjut Dr H Bunyamin M Yapid LC MH juga menambahkan bahwa apa yang saat ini berjalan dan sejak lama kita canangkan tak lain adalah berkah dari Anregurutta Prof Nasaruddin Umar.

BACA JUGA  Jumlah Besar Jamaah Annur–JRW Beri Kontribusi Nyata bagi Pedagang Kecil di Lokasi Ziarah

“Apa yang sudah di nikmati oleh guru guru pesantren kita di As’adiya tentu tak lepas dari berkah dari Anregurutta,Sejak program ini kami usulkan hingga berjalan beliau selalu mendorong agar memberi yang terbaik untuk guru guru di pondok pesantren,inilah salah satu faktor hingga program ini ramai peminat dan perlu kami apresiasi.

Diketahui bahwa program umrah bagi guru pondok pesantren As’adiya ini sudah berjalan jauh hari sebelum Prof Nasaruddin Umar diamanahkan menjadi Menag RI,sejak diluncurkan program umrah bagi guru Pondok ini sudah memberangkatkan ratusan guru pondok pesantren As’adiya baik pusat maupun cabang.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Edukasi PHBI dan Penyebaran Penyakit Menular, PDUI Sulsel Gelar TOT Bareng Guru UKS di Makassar

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  Pulang dari Tanah Suci, 317 Jamaah Annur Travel dan JRW Sujud Syukur di Sidrap
Continue Reading

Trending