Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Warga Menaruh Harapan Besar pada Wajah Baru RSUD I Lagaligo

Published

on

Kitasulsel—LuwuTimur—Harapan masyarakat terhadap peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Luwu Timur kian menguat seiring rampungnya proses renovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo yang kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan.

Optimisme itu semakin terasa setelah Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turun langsung meninjau progres pembangunan rumah sakit yang berlokasi di Kecamatan Wotu, Senin (27/4/2026). Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih representatif dan berkualitas.

Dalam peninjauan itu, Bupati Irwan didampingi Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, bersama jajaran manajemen rumah sakit. Ia menyusuri berbagai ruangan strategis yang telah direnovasi, mulai dari ruang poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD) baru, ruang Catheterization Laboratory (Catlab), ruang hemodialisis, hingga fasilitas penunjang lainnya seperti selasar dan ruang sitotoksik.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Sediakan Rumah Singgah Gratis di Makassar, Ringankan Beban Warga Berobat

Sebagian besar pembangunan terlihat hampir rampung dan kini berada pada tahap finishing. Bupati pun menekankan pentingnya kualitas pada tahap akhir ini agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal.

“Setiap ruangan setelah pengerjaan selesai pastikan harus bersih dan rapi. Anggap saja kita sedang mempercantik rumah kita sendiri,” ujarnya.

Di tengah progres tersebut, masyarakat berharap kehadiran wajah baru RSUD I Lagaligo tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan medis. Fasilitas yang lebih modern diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang selama ini masih terbatas.

Selain itu, kehadiran ruang-ruang khusus seperti Catlab dan hemodialisis menjadi angin segar bagi warga yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948 Caka di Angkona, Perkuat Harmoni Antarumat Beragama

Bupati Irwan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga kualitas hasil pembangunan dengan penuh tanggung jawab, mengingat rumah sakit merupakan fasilitas vital bagi masyarakat.

“Kalau finishingnya baik, tentu akan memberikan kenyamanan,” tambahnya.

Dengan segera rampungnya proses renovasi ini, masyarakat Luwu Timur kini menanti hadirnya pelayanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan profesional. RSUD I Lagaligo pun diharapkan menjadi simbol peningkatan kualitas hidup sekaligus pusat layanan kesehatan yang mampu diandalkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Land Clearing Proyek PSN PT IHIP Dimulai, Sempat Diwarnai Protes Warga di Lampia

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Proses pembersihan lahan (land clearing) untuk proyek strategis nasional (PSN) milik PT Indonesia Huali Industrial Park resmi dimulai pada Rabu (29/4/2026) di kawasan Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Luwu Timur. Pengamanan dilakukan untuk memastikan proses land clearing berjalan aman dan kondusif.

Sebanyak dua unit alat berat jenis excavator dikerahkan untuk melakukan pembersihan di area proyek. Berdasarkan pantauan di lokasi, personel gabungan bersama alat berat telah bersiaga sejak pukul 10.15 Wita.

Lahan yang dibersihkan memiliki luas sekitar 394,5 hektare dan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan sertipikat Nomor Induk Bidang (NIB) 20.26.000001429.0.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Sediakan Rumah Singgah Gratis di Makassar, Ringankan Beban Warga Berobat

Lahan tersebut diketahui merupakan kompensasi pengganti kawasan hutan yang sebelumnya digunakan oleh PT Vale Indonesia (dahulu PT Inco Tbk) untuk pembangunan PLTA Karebbe. Penyerahan lahan ini telah disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Luwu Timur saat itu, Andi Hatta Marakarma, dengan pihak PT Inco pada tahun 2006.

Namun, proses land clearing tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sekitar pukul 10.26 Wita, sejumlah warga terpantau memasuki area lokasi dan melakukan aksi protes. Mereka memasang palang di area blok 1 sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pembersihan lahan.

Warga juga terdengar berteriak saat alat berat mulai bergerak untuk memulai pekerjaan. Meski demikian, aparat pengamanan tetap berupaya menjaga situasi agar tidak terjadi eskalasi konflik.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948 Caka di Angkona, Perkuat Harmoni Antarumat Beragama

Setelah melalui pendekatan persuasif, pada pukul 11.06 Wita alat berat akhirnya mulai beroperasi melakukan pembersihan lahan.

Secara keseluruhan, proses land clearing berlangsung kondusif meskipun sempat diwarnai protes dari sebagian warga. Kegiatan ini dapat berjalan setelah mayoritas masyarakat yang sebelumnya menggarap lahan tersebut telah menyetujui nilai kerohiman yang ditawarkan.

Pemerintah daerah berharap, proyek strategis nasional ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di Luwu Timur.

Continue Reading

Trending