Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Tak Kenal Waktu, Bupati Lutim Berkantor hingga Larut Malam

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR — Dedikasi tanpa batas kembali ditunjukkan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, ia kerap terlihat masih berkantor hingga larut malam, bahkan saat sebagian besar aktivitas perkantoran telah usai.

Lampu ruang kerja di kantor Bupati Luwu Timur kerap masih menyala hingga malam hari. Di balik itu, Irwan terus menuntaskan berbagai pekerjaan, mulai dari evaluasi program, penandatanganan dokumen penting, hingga menerima laporan dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bagi Irwan, waktu bukanlah batasan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai kepala daerah. Ia memilih memastikan setiap program berjalan maksimal demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kalau masih ada yang harus diselesaikan, tentu kita tuntaskan. Ini bagian dari tanggung jawab,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

BACA JUGA  Pembagian Perlengkapan Sekolah Pemda Luwu Timur Trending di Sosmed, Warganet: “Kerja Nyata IBAS”

Kebiasaan bekerja hingga larut malam ini pun menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Banyak yang mengapresiasi etos kerja sang bupati, namun tidak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan.

“Pak Bupati memang luar biasa. Tapi kami juga berharap beliau bisa jaga kesehatan. Luwu Timur masih butuh beliau,” ungkap salah satu warga.

Fenomena kepala daerah yang bekerja melampaui jam kerja formal bukan hal baru. Namun di Luwu Timur, hal ini menjadi simbol keseriusan dalam mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Di sisi lain, gaya kepemimpinan seperti ini juga menjadi motivasi bagi jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih disiplin dan bertanggung jawab. Semangat kerja yang ditunjukkan pimpinan diharapkan mampu menular hingga ke level pelayanan paling bawah.

BACA JUGA  Tinjau Stadion dan Gedung Pemuda, Bupati Beri Solusi Perbaikan Infrastruktur

Meski demikian, keseimbangan antara kerja dan kesehatan tetap menjadi perhatian. Dukungan dan doa masyarakat pun terus mengalir, berharap Bupati Irwan tetap diberikan kekuatan dalam menjalankan amanahnya.

Di balik malam yang panjang di ruang kerja, tersimpan harapan besar akan masa depan Luwu Timur yang lebih maju.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Wujudkan Senyum Sehat Anak Lewat Program Healthier Smile Phase 8

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memperkuat kolaborasi strategis guna mewujudkan senyum sehat anak melalui program Healthier Smile Phase 8.

Sinergi ini melibatkan Save the Children (STC), Celosia Marennu Indonesia, serta Mars Snacking Foundation. Kegiatan kick off Phase 8 dirangkaikan dengan rapat pembentukan Working Group berlangsung di Aula Bapperida Luwu Timur, Malili, Rabu (29/04/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Program Healthier Smile ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah sangat krusial untuk memastikan standar kesehatan anak-anak sekolah terpenuhi secara merata,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Irwan Siap Launching Arus Balik di Terminal Malili

Ia berharap program ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan masif yang mampu mengubah perilaku hidup sehat anak secara berkelanjutan.

Sementara itu, Program Manager STC, Robert Nufninu, menjelaskan bahwa Phase 8 tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memperkuat Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Melalui penguatan UKS, kita memastikan promosi kesehatan dilakukan secara intensif agar pola hidup sehat dapat diterapkan secara konsisten oleh para siswa,” jelasnya.

District Coordinator STC, Rina Zulwiyati, menambahkan bahwa cakupan sekolah dampingan terus meningkat. Dari 21 sekolah pada Phase 7, kini bertambah menjadi 25 sekolah pada Phase 8, terdiri dari 2 SLB, 2 madrasah, dan 21 SD negeri.

BACA JUGA  Senyum Pelajar Luwu Timur Mengembang, Terima Seragam Gratis dari Pemda

Program Healthier Smile sendiri merupakan gerakan berbasis sekolah yang mengintegrasikan promosi kesehatan gigi dan mulut dengan pendekatan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) serta edukasi pelestarian lingkungan bagi anak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kementerian Agama Luwu Timur, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta tim pelaksana dari STC dan Celosia.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Luwu Timur berharap mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.

Continue Reading

Trending