Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap Tarawih di Desa Compong, Paparkan Program Pertanian dan Pembangunan Desa

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, melaksanakan salat tarawih berjemaah di Masjid Babur Rahman, Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 Hijriah tersebut menjadi momentum bagi orang nomor satu di Sidrap itu untuk memaparkan sejumlah capaian dan program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Turut hadir Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, para asisten, staf ahli bupati, kepala bagian, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Sidrap.

Hadir pula Camat Pitu Riase Andi Ali Mukti, Kepala Puskesmas Pitu Riase, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Pitu Riase, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Terima Silaturahmi Komunitas Jiwa Remaja

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa setiap perubahan pasti menghadirkan pro dan kontra. Namun demikian, ia menegaskan pemerintah daerah terus bekerja keras agar pembangunan di Desa Compong semakin baik.

“Kita telah memperbaiki dan merapikan jalan di pinggir Desa Compong, dan sekarang ada kegiatan baru untuk menjaga kampung kita ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyalurkan bibit durian Musang King kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan pendapatan warga di sektor pertanian.

“Kita telah memberikan bibit durian Musang King kurang lebih 100.000 batang, nilainya hampir Rp12 miliar. Kalau itu berbuah, Insya Allah penjual durian di Tanru Tedong, Rappang, Pangkajene bukan lagi ke Palopo, tapi ambil durian di Compong,” jelasnya.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap Bersihkan Kawasan Monumen Ganggawa, Siapkan Penataan Ulang

Selain itu, pemerintah daerah juga menetapkan Desa Compong sebagai kawasan pengembangan komoditas unggulan, di antaranya durian, jagung, jeruk, dan kakao.

“Kita juga membuka kesempatan untuk cetak sawah di Compong, Lombo, dan Barukku tiga desa. Silakan mendaftar karena kita punya jatah cetak sawah sekitar 5.000 hektare,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Syaharuddin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta memanfaatkan berbagai fasilitas dan bantuan yang telah diberikan pemerintah daerah.

Ia berharap berbagai program pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian di wilayah Kecamatan Pitu Riase.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap Panen Padi di Talumae, Produksi Sawah Tadah Hujan Capai 9,8 Ton per Hektare

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, melaksanakan panen padi musim tanam I di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kamis (5/3/2026).

Hasil ubinan di sawah tadah hujan tersebut mencapai 6,14 kilogram atau setara dengan produksi sekitar 9,8 ton per hektare, angka yang dinilai sangat tinggi untuk lahan non-irigasi teknis.

Panen tersebut dihadiri Kepala Dinas PSDA Sidrap Andi Safari Renata, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Sidrap Ibrahim bersama jajaran, Sekretaris Dinas Kominfo Sidrap Mursalim Halim, Camat Watang Sidenreng Andi Saipullah Tenri Tatta, serta perwakilan Advansia.

Turut hadir pula para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Watang Sidenreng, Kepala Puskesmas Empagae, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa panen tersebut menjadi bukti perubahan kawasan Talumae dan Damai yang sebelumnya dikenal sebagai daerah kering dan kurang produktif.

“Sengaja kita berkumpul di sini untuk memperlihatkan hasil kerja keras masyarakat Talumae dan Damai. Dulu daerah ini dikenal sebagai daerah yang tidak produktif dan kering, tapi Alhamdulillah hari ini kita bisa buktikan bahwa Talumae dan Damai telah berubah menjadi daerah yang produktif,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap Bersihkan Kawasan Monumen Ganggawa, Siapkan Penataan Ulang

Ia menjelaskan hasil ubinan di sawah tadah hujan menunjukkan produksi mencapai 9,8 ton per hektare, yang menurutnya merupakan capaian luar biasa karena lahan tersebut bukan sawah irigasi teknis.

“Hasil perhitungan dari ubinan sawah tadah hujan menunjukkan produksi padi mencapai 9,8 ton per hektar. Ini adalah hasil yang luar biasa, terutama karena sawah ini adalah sawah tadah hujan non-irigasi,” jelasnya.

Syaharuddin juga menilai potensi pertanian Sidrap sangat besar apabila didukung teknologi dan pengelolaan lahan yang tepat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa Sidrap memiliki tanah yang subur dan teknologi yang tepat sehingga sangat cocok untuk sektor pertanian. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat hasil yang luar biasa dari sawah ini yang baru dua kali tanam,” tuturnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif untuk dikembangkan menjadi area persawahan.

“Saya berpikir bahwa tanah yang tidak berguna, kecuali yang tidak ada hasil kebunnya sama sekali, kita alihkan menjadi sawah. Ini membuktikan bahwa kita bisa membuat perubahan dan menjadi semangat bagi petani di Sidrap,” ungkapnya.

BACA JUGA  Panen Raya Serentak,Bupati Sidrap:Jangan Ada Potongan Yang Merugikan Petani Kita

Menurut Syaharuddin, kemajuan sektor pertanian turut memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hasil ini juga menunjukkan bahwa Sidrap telah menjadi juara satu pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan dan juara 16 di Indonesia. Ini karena kerja keras petani dan masyarakat Sidrap,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperkuat nilai keagamaan serta mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Saya minta masyarakat untuk membayar zakat dan rajin ke masjid. Saya juga berharap masyarakat tidak berlebaran di luar Kabupaten Sidrap agar uang yang kita dapat dibelanjakan di kampung sendiri,” pesannya.

Di akhir sambutan, Bupati Sidrap menyampaikan sejumlah program pertanian yang akan dijalankan, termasuk rencana uji coba Indeks Pertanaman (IP) 300 di Desa Talumae.

“Bantuan pertanian sudah banyak masuk di Watang Sidenreng, terbanyak kedua setelah Kecamatan Panca Lautang. Ke depan kita akan uji coba Indeks Tanaman 300 di Desa Talumae ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas TPHPKP Sidrap, Ibrahim, menyebut pemerintah daerah terus memperkuat pembangunan infrastruktur pertanian guna mendukung peningkatan produksi.

“Beberapa hari terakhir kami mendampingi Pak Bupati dalam upaya pembangunan pertanian tahun 2026. Alhamdulillah, ada rencana pembangunan 45 titik jaringan irigasi tersier dengan biaya sekitar Rp100 juta per titik,” ujarnya.

BACA JUGA  Buka Puasa Bersama di Rujab Bupati, Pemkab Sidrap Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Ia juga mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia terkait program penangkaran benih padi.

“Kami akan melakukan penangkaran benih di lahan sekitar 200 hektare yang akan dimitra dengan Kementerian Pertanian dan disalurkan kepada petani di Sidrap agar benih yang digunakan berkualitas dan aman,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Watang Sidenreng Andi Saipullah Tenri Tatta menjelaskan bahwa panen dilaksanakan di Dusun Dua, Desa Talumae yang berbatasan langsung dengan Desa Damai.

“Setelah dilakukan uji dan tes, hasil panen mencapai 9,8 ton per hektar. Ini merupakan sawah tadah hujan, bukan sawah irigasi teknis. Padahal di Desa Talumae terdapat sekitar 400 hektare sawah dan hanya 30 hektare yang merupakan sawah irigasi,” paparnya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi sawah tadah hujan di wilayahnya sangat besar.

“Hasil panen ini membuktikan bahwa sawah tadah hujan mampu mengimbangi hasil panen dari sawah irigasi. Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani di Desa Talumae dan sekitarnya,” tutupnya.

Continue Reading

Trending