Connect with us

NEWS

RMS Resmi Kenakan Jaket PSI, Babak Baru Politik Nasional Dimulai

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Tokoh politik nasional asal Sulawesi Selatan, Rusdi Masse (RMS), resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian tersebut diumumkan secara terbuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Kamis (29/1/2029).

Dalam momen tersebut, mantan Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan itu diperkenalkan langsung di hadapan jajaran elite PSI. RMS tampak mengenakan jaket PSI sebagai simbol dimulainya perjalanan politik barunya bersama partai berlambang gajah tersebut.

Usai prosesi pengenalan, RMS mengungkapkan alasan di balik keputusannya berlabuh ke PSI. Ia menilai terdapat kesamaan visi dan semangat perjuangan antara dirinya dan PSI, terutama dalam memandang politik sebagai sarana memperjuangkan kepentingan rakyat.

BACA JUGA  Legislator Sulsel Fatma Terima Keluhan Soal Beasiswa dan Dana Hibah ke Masjid

“Mudah-mudahan dengan kehadiran saya di PSI, saya bisa berbuat banyak agar PSI menjadi jauh lebih baik dari yang pernah saya lalui,” ujar RMS.

RMS mengaku ketertarikannya terhadap PSI bermula dari tagline Pemilu PSI: PSI Menang, BPJS Gratis. Menurutnya, slogan tersebut mencerminkan keberpihakan nyata terhadap pelayanan dasar dan kepentingan masyarakat luas.

“Kalimat itu yang pertama membuat saya tertarik. Artinya, pelayanan dasar bisa dinikmati masyarakat dan ada keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” katanya.

Lebih lanjut, RMS menegaskan bahwa perjalanan politiknya bersama Partai NasDem telah selesai. Ia merasa telah menuntaskan tanggung jawab dan amanah yang diberikan kepadanya selama memimpin NasDem di Sulawesi Selatan.

“Perjuangan saya di NasDem sudah selesai. Saya sudah membuktikan kepada Pak Surya sejak saya dilantik bahwa saya akan memenangkan Sulawesi Selatan. Dan itu sudah saya lakukan,” tegasnya.

BACA JUGA  Menag Laporkan Penggunaan Pesawat Khusus, KPK: Contoh Baik bagi Pejabat Negara

Diketahui, di bawah kepemimpinan RMS, Partai NasDem berhasil menjadi pemenang Pemilu Legislatif 2024 di Sulawesi Selatan, sekaligus menggeser dominasi Partai Golkar yang selama ini dikenal kuat di wilayah tersebut.

Rusdi Masse tercatat menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulsel sejak 2016. Ia juga terpilih sebagai Anggota DPR RI Fraksi NasDem periode 2019–2024, dan kembali meraih kursi parlemen untuk periode 2024–2029.

Dengan bergabungnya RMS, PSI diharapkan memperoleh energi baru dan kekuatan politik signifikan, khususnya dalam menghadapi kontestasi politik nasional maupun daerah pada masa mendatang. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Pemerintah Usul Tambah Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp118 Triliun Tahun Depan

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  BREAKING NEWS:Pesawat ATR 42 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Wilayah Maros–Pangkep
Continue Reading

Trending