Connect with us

Pemkot Makassar

Munafri Terima Koin Emas Lee Kuan Yew, Simbol Kepemimpinan Visioner

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mendapat apresiasi hangat atas pemaparannya dalam forum bergengsi World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2025 di Vienna, Austria.

Tak hanya itu, simbol kehormatan dan inspirasi berupa Koin Peringatan 100 Tahun Kelahiran Lee Kuan Yew diberikan untuk Wali Kota Munafri

Kehadiran Munafri yang menyuarakan semangat kolaborasi dan inovasi perkotaan dari Kota Makassar sukses mencuri perhatian. Bahkan, Minister Low Yen Ling dari Singapura secara khusus menyampaikan apresiasi dua kali kepada Munafri, menyebut presentasinya sebagai salah satu yang paling mengesankan.

Dalam suasana penuh penghormatan terhadap warisan pemimpin besar seperti Lee Kuan Yew, spirit kepemimpinan dan transformasi kota kembali digaungkan menyatukan harapan bersama untuk masa depan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Atasi Persoalan Sampah di Kota Makassar, Wali Kota Munafri Ajak YPN Terlibat

Munafri sendiri menjadi salah satu narasumber dalam forum bergengsi World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2025 yang digelar di Vienna, Austria, Kamis kemarin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, mengungkapkan bahwa Wali Kota Munafri tampil memukau dalam sesi presentasi saat pemaparan materi.

“Di hari terakhir forum, Minister Low Yen Ling dari Singapura dua kali secara khusus memberikan koin peringatan 100 tahun Kelahiran Lee Kuan Yew kepada pak Wali Kota (bapak Munafri) karena presentasinya pada hari kedua dinilai sangat menginspirasi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, forum juga menyinggung sejumlah inisiatif inovasi perkotaan dan simbol warisan kepemimpinan Asia, termasuk Koin Peringatan 100 Tahun Kelahiran Lee Kuan Yew.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Bersama Forum Kota Sehat Siapkan Verifikasi Kota Sehat Nasional 2025

Koin peringatan bernilai nominal $10 itu diluncurkan oleh Monetary Authority of Singapore (MAS) pada 15 Mei 2023.

Koin ini menjadi penghormatan atas visi strategis, keberanian, dan semangat pantang menyerah Lee Kuan Yew, yang berhasil mentransformasi Singapura dari pelabuhan perdagangan regional menjadi pusat manufaktur, bisnis, dan keuangan global.

Desain koin tersebut digarap oleh seniman lokal, Weng Ziyan, dan sekaligus menjadi simbol inspirasi bagi kota-kota lain dalam membangun masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Munafri menilai momentum peringatan tersebut sebagai pengingat pentingnya kepemimpinan visioner dalam menghadapi tantangan perkotaan modern.

Semangat inovasi dan keberanian Lee Kuan Yew menjadi teladan bagi kita semua. Kota Makassar juga terus berupaya mengambil inspirasi dari Singapura. (*)

BACA JUGA  Usai Beri Apresiasi Lomba Mewarnai, Munafri Ingin Pajang Karya Anak PAUD di Ruang Kerjanya
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Lepas JCH 2026, Tekankan Ibadah Haji Bukan Sekadar Perjalanan

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan pesan mendalam kepada Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Makassar 1447 Hijriah/2026 Masehi saat prosesi pelepasan di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Baruga Anging Mammiri, Makassar, Rabu (29/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Munafri yang akrab disapa Appi didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.

Dalam sambutannya, Appi menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah perjalanan rekreasi, melainkan perjalanan suci untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ibadah haji ini bukan tamasya, bukan rekreasi. Ini adalah kewajiban dan kesempatan besar untuk memohon segala doa terbaik serta mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga niat, meluruskan hati, serta menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Selain itu, para jemaah juga diminta menjaga kesehatan serta mematuhi arahan petugas haji selama berada di Tanah Suci.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Bersama Forum Kota Sehat Siapkan Verifikasi Kota Sehat Nasional 2025

Munafri turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia, yang telah berperan dalam proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini.

Ia juga menyebut pelepasan jemaah di Rumah Jabatan Wali Kota sebagai momen bersejarah bagi Kota Makassar.

“Ini mungkin menjadi satu sejarah. Mungkin belum pernah ada jemaah haji dilepas di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah jemaah yang cukup besar serta adanya masa transisi kuota haji menjadi alasan utama pemilihan lokasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Appi juga menitipkan doa kepada para jemaah agar turut mendoakan Kota Makassar dan masyarakatnya. Ia pun mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah.

“Jadilah satu keluarga yang tidak terpisahkan. Saling menjaga, saling membantu, karena ini adalah perjalanan spiritual yang harus dijalani bersama,” pesannya.

BACA JUGA  Munafri Arifuddin Terima Audiensi Tim Chairul Tanjung, Bahas Peletakan Batu Pertama Masjid di Trans Mall

Kepada petugas haji, Munafri menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk amanah yang mulia.

“Tugas Bapak dan Ibu jauh lebih berat, tetapi sangat mulia. Layani para jemaah dengan sepenuh hati, berikan kemudahan dan informasi yang dibutuhkan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, memastikan kesiapan JCH Kota Makassar telah melalui proses pemeriksaan ketat, khususnya dari aspek kesehatan.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan syarat istitha’ah, yakni kemampuan fisik dan mental yang wajib dimiliki calon jemaah sebelum diberangkatkan.

“Prosesnya sangat ketat dalam pengawalan dan pemeriksaan kesehatan. Itulah yang dimaksud dengan istitha’ah, sehingga calon jemaah haji Kota Makassar benar-benar siap untuk diberangkatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar serta rumah sakit umum daerah guna memastikan seluruh jemaah memenuhi standar kesehatan.

BACA JUGA  Usai Beri Apresiasi Lomba Mewarnai, Munafri Ingin Pajang Karya Anak PAUD di Ruang Kerjanya

Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Makassar tercatat sekitar 331 orang. Sebagian telah diberangkatkan melalui beberapa kelompok terbang (kloter), yakni kloter 1, kloter 4, dan kloter 10.

Selain itu, Kota Makassar juga berperan dalam mengisi kuota kloter yang masih tersedia di Sulawesi Selatan.

Amrullah juga mengungkapkan tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji. Untuk tahun 2027, daftar tunggu jemaah diperkirakan mencapai sekitar 2.080 orang di luar pendamping mahram dan lansia, dengan total potensi mencapai 2.400 hingga 2.700 orang.

“Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat sangat tinggi, sehingga membutuhkan persiapan yang lebih matang, terutama dari sisi kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar guna memastikan kesiapan fisik seluruh jemaah, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan optimal.

Continue Reading

Trending