Connect with us

NEWS

Legislator DPRD Sulsel Hamzah Hamid Bersama Pihak Polda Sulsel Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah dalam Tabligh ‘Rindu Ramadhan’

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hamzah Hamid, menghadiri kegiatan tabligh dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang bertema Rindu Ramadhan.

Acara yang diselenggarakan oleh PT Pondasi Labbang Bersama ini berlangsung pada Minggu, 16 Februari 2025, di Warkop Ero-Ero Batutambung, RW 05, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Selain Hamzah Hamid, acara ini juga dihadiri oleh Kanit 3 Subdit Kamneg Dit, Intelkam Polda Sulsel, Kompol Asdar bersama Panit 3 Subdit Kamneg Dit Intelkam, Polda Sulsel Ipda Andi Mustakim.

Hadir juga Wadanramil 1408/11 Biringkanaya, Bimmas Kelurahan Pai, Babinsa Kelurahan Pai, serta Ibu Majelis Taklim Hidayatul Batutambung dan pengurus Masjid Hidayatullah Batutambung.

Kehadiran berbagai pihak ini menambah khidmat dan kebersamaan dalam acara yang penuh makna tersebut.

BACA JUGA  Kemenag Gelar Lomba Hias Tumpeng Sambut HUT RI ke-80

Acara tabligh ini diisi dengan tausiyah dari sejumlah penceramah ternama, antara lain Ustadz Muh. Yunus, S.Pd, Ustadz Abd Muhaimin, S.Pd, M.I.Kom, Ustadz Noril Hanafi, S.Pd, serta Ustadz Fajar Djaganegara, M.H.I. Dalam ceramahnya, para ustadz mengingatkan pentingnya persiapan spiritual dalam menyambut bulan Ramadhan serta meningkatkan amal ibadah di bulan yang penuh berkah ini.

Hamzah Hamid dalam kesempatan tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Walaupun acara ini sederhana, namun maknanya sangat besar. Ini adalah momen yang luar biasa untuk menambah ilmu dan bekal dalam menyambut Ramadhan 1446 H. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar Hamzah.

Sementara itu, Panit 3 Subdit Kamneg Dit Intelkam, Polda Sulsel Ipda Andi Mustakim berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menjaga situasi Harkamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di Sulsel dan Kota Makassar, serta menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kesiapan dan semangat beribadah. (*)

BACA JUGA  Ratu Nurhilma Thalita: Dari Atlet Taekwondo hingga Juara Harapan Ana Dara Malebbi
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  NasDem Sulsel Solid di Bawah Komando SAR, 24 Ketua DPD Kompak Hadiri Konsolidasi di Makassar

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  Gala Dinner Raker 2025, Annur Travel Satukan Kinerja dan Aksi Kemanusiaan
Continue Reading

Trending