Connect with us

NEWS

Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah:Suluruh Guru Pondok Pesantren Bisa Umrah

Published

on

Kitasulsel—Sengkang– Kepercayaan masyarakat terhadap Pondok Pesantren As’adiyah semakin besar, terutama kepada Ketua Umum As’adiyah, Anregurutta AGH Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar.

Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mempercayakan keberangkatan ibadah mereka melalui program yang diinisiasi oleh Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah sekaligus Staff Khusus Menteri Agama, Prof H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., menyampaikan bahwa seluruh hasil dari program ini 100% masuk ke yayasan.

Dampaknya, seluruh guru di Pondok Pesantren As’adiyah bisa berangkat umrah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan Islam.

H. Bunyamin menjelaskan bahwa program ini dapat berjalan dengan baik berkat sinergi antara Pondok Pesantren As’adiyah dan Dafa Duta Tour.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi Beri Pembekalan Kepemimpinan Mahasiswa FH UMI

“Saya sebagai ketua yayasan hanya membuat program, namun dengan nama besar Anregurutta AGH Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, program ini bisa berjalan dengan lancar dan bahkan sudah auto pilot,” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang semakin yakin dengan kredibilitas Pondok Pesantren As’adiyah dalam mengelola berbagai kegiatan keagamaan.

Dengan keberhasilan ini, Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah berharap dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat Islam. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Dari Pesantren Menuju Profesionalisme Medis: As’adiyah Bangun Fakultas Kedokteran Gigi


Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  RMS Resmi Kenakan Jaket PSI, Babak Baru Politik Nasional Dimulai
Continue Reading

Trending