Connect with us

NEWS

DPRD Wajo Soroti Pembagian PI Migas, Minta Pemprov Transparan

Published

on

Kitasulsel–WAJO Ketua Bapemperda DPRD Wajo, Amran menyoroti pengelolaan participating interest (PI) sektor migas di wilayah Wajo. Ia mengatakan, butuh kejelasan status dari pembentukan anak perusahaan agar pembagian PI lebih terbuka.

Hal itu diutarakan Amran usai rapat dengar pendapat (RDP), Jumat (7/2/2025). Ia menyebutkan, butuh kejelasan apakah perusahaan daerah dapat membentuk usaha baru untuk menerima PI atau akan menjadi anak perusahaan PT Sulsel Andalan Energi yang nantinya dibentuk di Kabupaten Wajo

Diketahui, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Wajo melakukan konsultasi terkait Participating Interest Migas di Wajo yang dikelola PT Sulsel Andalan Energi (Perseroda).

Rombongan dipimpin Ketua DPRD Wajo Firmansyah diterima langsung Ketua DPRD Sulsel Andi Rahmatika Dewi didampingi Ketua Harian Badan Anggaran Mizar Roem dan Sekretaris Komisi C Salman Alfariz Karsa Sukardi.

BACA JUGA  Muhyiddin Dinonaktifkan, Danny Pomanto Tunjuk M Guntur jadi Plh Kadis Pendidikan

Usai RDP, Amran menekankan pentingnya pengelolaan migas sesuai dengan amanah Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan pemanfaatan sumber daya alam harus sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Amran menyampaikan, pihaknya berharap pembagian PI dapat sesuai dengan aturan yang diatur dalam Permen ESDM Nomor 37, yaitu sebesar maksimal 10 persen.

la juga menekankan perlunya keterbukaan informasi dari BUMD PT Sulsel Andalan Energi sebagai penerima PI, pemerintah provinsi, serta Kementerian ESDM terkait cadangan migas dan hasil uji tuntas.

“Keterbukaan ini penting agar kami dapat mengetahui potensi-potensi yang ada di perusahaan migas di Kabupaten Wajo,” jelas Amran.

Amran meminta pemerintah provinsi untuk memperjuangkan status perusahaan daerah di Kabupaten Wajo.

BACA JUGA  Gabung PSI,RMS Pastikan Hubungan dengan Nasdem Tetap Baik

“Kami ingin kejelasan apakah perusahaan daerah dapat membentuk usaha baru untuk menerima PI ini atau akan menjadi anak perusahaan Sulsel Andalan Energi yang nantinya dibentuk di Kabupaten Wajo,” tuturnya.

Terkait kesepakatan awal PI sebesar 2,5 persen yang ditandatangani oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Zudan Arif Fakrulloh, Amran menilai keputusan tersebut prematur.

“Kesepakatan itu ditandatangani saat beliau menjabat sebagai Pj Gubernur dan sudah berhenti. Kabupaten Wajo tidak ikut menandatangani kesepakatan tersebut. Kami berharap hal ini bisa ditinjau ulang demi memperjuangkan hak daerah,” tegasnya.

Amran Ambo Dai juga menekankan, jika pihaknya menginginkan pengelolaan PI yang sesuai dengan Permen ESDM, yakni sebesar 10 persen dibagi secara proporsional antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi Terima Kunjungan Marsda TNI dan Asisten Pidana Militer Kejati Sulsel

Hingga saat ini, pengelolaan PI migas di Kabupaten Wajo belum berjalan meskipun proses pengajuannya sudah mulai sejak 2022.

“Kami berharap semua pihak dapat bersinergi agar pengelolaan PI ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Wajo,” tegas Amran.

Sementara anggota DPRD Sulsel, Mizar Roem menyarankan, tuntutan dan aspirasi DPRD Wajo menjadi bahan untuk dilakukan RDP bersama pihak terkait. Termasuk Pemprov dan PT Sulsel Andalan Energi.

“Kita mau perjuangkan hak masyarakat, maka harus memasukan poin tertulis untuk dibahas bersama komisi C. Karena nantinya akan ada RDP bersama pihak terkait. Kita mau pusat mendengar persoalan ini,” tandas Legislator NasDem Itu. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Rombongan Umrah Akbar Grup 19 Januari 2026 Tiba di Sidrap Petang Ini

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Rombongan Jamaah Umrah Akbar Grup 19 Januari 2026 dijadwalkan tiba kembali di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada petang hari ini setelah menuntaskan rangkaian ibadah umrah di Tanah Suci.

Berdasarkan agenda yang telah disusun panitia, rombongan jamaah akan diterima secara resmi di Masjid Agung Sidrap pada lepas waktu Magrib. Masjid kebanggaan masyarakat Sidrap tersebut akan menjadi titik akhir perjalanan sekaligus lokasi penyambutan jamaah oleh keluarga dan kerabat.

Haerul, selaku Person In Charge (PIC) kedatangan, mengungkapkan bahwa seluruh jamaah saat ini telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Alhamdulillah jamaah sudah tiba di Makassar. Setelah proses penyiapan dan pengangkutan barang jamaah selesai, selanjutnya akan dilakukan pelepasan menuju Sidrap. Insyaallah dimudahkan,” ujar Haerul.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi Terima Kunjungan Marsda TNI dan Asisten Pidana Militer Kejati Sulsel

Ia menambahkan, koordinasi dengan pihak transportasi dan panitia penyambutan di Sidrap terus dilakukan untuk memastikan proses kepulangan jamaah berjalan lancar, tertib, dan aman hingga tiba di Masjid Agung Sidrap sesuai jadwal.

Kedatangan rombongan umrah Akbar ini diperkirakan akan kembali menjadi perhatian masyarakat. Selain menjadi momen haru bagi keluarga jamaah, penyambutan di Masjid Agung Sidrap juga menjadi simbol rasa syukur atas selesainya ibadah umrah serta doa agar seluruh jamaah memperoleh predikat umrah yang mabrur.

Panitia mengimbau keluarga jamaah dan masyarakat yang hadir dalam prosesi penyambutan agar tetap menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.

Continue Reading

Trending