Connect with us

NEWS

Media Sosial Tempat Mencari Dukungan bagi Korban Kekerasan

Published

on

Kitasulsel–Makassar Saat ini, medsos adalah sebuah alternatif tempat mencari dukungan publik jika mengalami kekerasan.

Banyak dijumpai kasus-kasus kekerasan yang terus berlangsung dan tidak terungkap.

Ini mengingatkan kepada semua pihak, aturan atau hukum belum cukup melindungi korban, terkhusus perempuan.

Korban membutuhkan keberanian besar untuk mengungkap kasusnya, sering kali mereka menganggap tabu berbicara ke publik. Namun, tidak untuk masa sekarang, sejumlah korban sudah mulai berani speak up di media sosial. Tidak hanya itu korban bahkan menyiapkan bukti-bukti kekerasan yang dialami, baik berupa foto, video maupun pemeriksaan medis (visum).

Dampaknya, ketika kasus pemukulan atau penganiayaan yang dialami belum dilaporkan ke pihak berwajib, biasanya tidak membutuhkan waktu lama kepolisian akan langsung bertindak setelah berita viral di media massa daring.

BACA JUGA  Selamat! Rachmatika Dewi “Cicu” Resmi Jabat Ketua DPRD Sulsel Periode 2024-2029

Perangkat teknologi informasi dan peran masyarakat di lingkungan tempat tinggal semakin menolong pengungkapan kasus yang selama ini tersembunyi di balik tembok-tembok rumah.

Menurut Krimilolog FISIP UI, Mamik Sri, kasus KDRT yang terus terjadi menunjukkan relasi kuasa yang timpang antara pelaku dan korban. Ketimpangan disebabkan karena jenis kelamin, status pelaku sebagai suami dan status pelaku sebagai tokoh agama dan memiliki uang. Aturan belum benar-benar melindungi perempuan dari kekerasan.

Sering terjadi bahkan pelaku menyerang balik perempuan yang berani melapor ke polisi. Karena itu seharusnya polisi apalagi unit PPA, lebih peka tidak menjadi alat menjadikan perempuan korban untuk kedua kalinya.

Adanya perlawanan dari pihak yang diduga pelaku menunjukkan karakteristik khas, ber-alibi dengan mengatakan, “Jangan melihat pelakunya lihat dong istrinya, jangan-jangan dia yang memicu luapan emosi sampai terjadi pemukulan,” dsb.

BACA JUGA  Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran, Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo Beri THR Ratusan Anak Panti Asuhan di Makassar

Dalam kasus-kasus KDRT yang pelakunya memiliki pengaruh dalam kehidupan bermasyarakat, penegak hukum penting untuk bertindak adil dalam proses hukum, dengan pendekatan empati kepada korban dan anak. KDRT adalah isu yang komplek tidak pernah berdiri sendiri.

Yang perlu dipikirkan korban lain dalam kasus kekerasan adalah anak-anak yang menyaksikan petistiwa tersebut. Paparan selama bertahun-tahun dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologis mereka. Stres, cemas, trauma dan gangguan lainnya . Pengaruhnya bisa terbawa pada kehidupan anak di masa depan.

Diperlukan dukungan yang kuat bagi para korban untuk berani bicara mengungkap kekerasan yang dialami. Dukungan tidak hanya saat kasus terungkap tetapi juga saat proses hukum berlanjut. Mengawal terus prosesnya agar bisa memberikan keadilan pada korban.

BACA JUGA  Carter Satu Pesawat, JRW Berangkatkan 433 Jamaah Umroh ke Tanah Suci

Ruang medsos dan media massa adalah ruang bagi korban untuk menguak kasus kekerasan yang dialaminya. Namun, dukungan keluarga, lingkungan dan komunitas juga menjadi penting, mencegah jatuhnya korban KDRT.

Penegakan hukum yang berpihak dan hukuman setimpal kepada pelaku dapat memberikan efek jera. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Rombongan Umrah Akbar Grup 19 Januari 2026 Tiba di Sidrap Petang Ini

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Rombongan Jamaah Umrah Akbar Grup 19 Januari 2026 dijadwalkan tiba kembali di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada petang hari ini setelah menuntaskan rangkaian ibadah umrah di Tanah Suci.

Berdasarkan agenda yang telah disusun panitia, rombongan jamaah akan diterima secara resmi di Masjid Agung Sidrap pada lepas waktu Magrib. Masjid kebanggaan masyarakat Sidrap tersebut akan menjadi titik akhir perjalanan sekaligus lokasi penyambutan jamaah oleh keluarga dan kerabat.

Haerul, selaku Person In Charge (PIC) kedatangan, mengungkapkan bahwa seluruh jamaah saat ini telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Alhamdulillah jamaah sudah tiba di Makassar. Setelah proses penyiapan dan pengangkutan barang jamaah selesai, selanjutnya akan dilakukan pelepasan menuju Sidrap. Insyaallah dimudahkan,” ujar Haerul.

BACA JUGA  DPRD Wajo Soroti Pembagian PI Migas, Minta Pemprov Transparan

Ia menambahkan, koordinasi dengan pihak transportasi dan panitia penyambutan di Sidrap terus dilakukan untuk memastikan proses kepulangan jamaah berjalan lancar, tertib, dan aman hingga tiba di Masjid Agung Sidrap sesuai jadwal.

Kedatangan rombongan umrah Akbar ini diperkirakan akan kembali menjadi perhatian masyarakat. Selain menjadi momen haru bagi keluarga jamaah, penyambutan di Masjid Agung Sidrap juga menjadi simbol rasa syukur atas selesainya ibadah umrah serta doa agar seluruh jamaah memperoleh predikat umrah yang mabrur.

Panitia mengimbau keluarga jamaah dan masyarakat yang hadir dalam prosesi penyambutan agar tetap menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.

Continue Reading

Trending