Connect with us

Amanda Syahwaldi.STP.MM Bersama Tripika Kecamatan Ujung Tanah Safari Ramadhan Di Mesjid Nurul Iman Totaka

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi. S.STP. MM di dampingi Sekcam Ujung Tanah Andi Muhammad Imam Ilyas. S.STP. MM Melaksanakan giat safari Ramadhan 1445 H. bersama Tripika Kecamatan Ujung Tanah dan Lurah Se-Kecamatan Ujung Tanah di Masjid Nurul Iman Kelurahan Totaka Jl. Cakalang V Lorong Wisata Milan (Rabu, 20/3/2024).

Dalam giat Safari Ramadhan ini turut dihadiri Ketua Forum LPM , Pj RT/RW serta Tokoh Masyarakat Kecamatan Ujung Tanah.

Camat Ujung Tanah Amanda Menyapaikan Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah hadir di tempat ini seperti tahun sebelumnya sudah menjadi rutinitas bagi Pemerintah Kecamatan untuk hadir dan Bersilaturahmi dengan seluruh jamaah masjid yang di kemas dengan safari Ramadhan tujuannya kami hadir di sini bersama dengan Tripika ini hadir untuk bisa bersilaturahmi dengan masyarakat khususnya di kelurahan Totaka .

mengajak kepada warganya agar selalu bersama sama pemerintah menyukseskan program pemerintah kota Makassar salah satunya program Jagai Anak’ta.

Pada kesempatan ini saya mengajak kepada kita semua agar bersama sama menciptakan lingkungan aman dan tertib, kita mulai dari rumah kita sendiri dengan menjaga anak anak kita agar tidak terpengaruh dari pergaulan yang dapat menjerumuskan anak kita ke pergaulan bebas.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KEMENHAJ-UMRAH

Tenaga Ahli Menag RI Lepas Jemaah Umrah Kloter 2 Sidrap, Pesan Kesehatan dan Kebersamaan Menguat di Tanah Suci

Published

on

Kitasulsel—Makassar — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan jemaah umrah Kloter 2 asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/04/2026). Langkah penuh harap para jemaah mengiringi perjalanan suci mereka menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sebelum terbang ke Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz.

Pelepasan tersebut dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. Bunyamin, yang memberikan pesan mendalam kepada seluruh jemaah. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan mental dan fisik.

“Kesehatan adalah faktor utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Ini adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi prima, terutama menjelang puncak haji di Armuzna,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah padatnya rangkaian ibadah, jemaah diharapkan saling menjaga satu sama lain. Kebersamaan, menurutnya, menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar dan penuh keberkahan.

“Sesama jemaah harus saling mengingatkan, saling peduli, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Di Tanah Suci, kita adalah keluarga,” tambahnya.

Sebagai pelaksana teknis Armuzna pada musim haji 2025, Dr. Bunyamin turut berbagi pengalaman lapangan yang sarat makna. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar jemaah sering kali bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga menjaga ketenangan batin di tengah jutaan manusia yang berkumpul dalam satu tujuan yang sama.

Di sisi lain, Founder Annur Maarif yang juga menjadi pembina KBIHU bagi jemaah Sidrap, Dr. Bunyamin, menyampaikan harapan tulusnya agar perjalanan ini menjadi ibadah terbaik sepanjang hidup para jemaah.

“Semoga ini menjadi perjalanan ibadah yang penuh makna dan menjadi titik balik kehidupan spiritual kita semua,” ucapnya.

Ia juga memastikan bahwa Tim Annur akan selalu hadir mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Dengan kemampuan bahasa Arab yang dimiliki, tim siap membantu komunikasi dengan petugas haji maupun pihak syarikah di Arab Saudi.

“Jangan ragu untuk berkomunikasi. Kami akan selalu ada di sekitar jemaah,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh kehangatan dalam balutan bahasa lokal yang akrab di hati jemaah.

“Salama ki lao lisu, saya juga akan bersama dengan jemaah semua pada jelang pelaksanaan puncak haji,” tutupnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perjalanan, tetapi menjadi awal dari perjalanan ruhani yang panjang—tentang harapan, ketulusan, dan kerinduan untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta. Di balik koper-koper yang dibawa, tersimpan doa-doa yang ingin dipanjatkan, dan di balik langkah kaki yang berangkat, ada hati yang berharap pulang dengan jiwa yang lebih bersih.

Continue Reading

Trending