Connect with us

/www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153
">
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 153

Asisten Ekbang Hadiri Sosialisasi Dan Edukasi Pengendalian Kegiatan Pertambangan

Published

on

Kitasulsel—LuwuTimur—Dalam rangka percepatan perizinan dan optimalisasi penerimaan pendapatan daerah di sektor pertambangan, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) bekerjasama dengan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi pengendalian kegiatan pertambangan, di Ballroom Hotel I Lagaligo, Selasa (14/02/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pengembangan Infrastruktur, Masdin mewakili Bupati Lutim, Asisten Administrasi Umum, Nursih Haerani, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lutim, Muh. Said, Evaluator Dinas ESDM Provinsi Sulsel, Wakil Ketua I DPRD Lutim, HM. Siddiq BM., Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah III Palopo, para Camat se-Lutim, dan para penambang.

Pada kesempatan itu, Masdin menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan ada solusi dan besar harapan kami untuk dapat membantu dan memberikan kemudahan bagi teman-teman atau masyarakat, khususnya para penambang dalam melakukan percepatan perizinan,” jelasnya.

Masdin berharap, melalui sosialisasi itu, nantinya akan memberikan solusi terkait pelbagai permasalahan yang dihadapi oleh para penambang.

“Ketika niat itu ada, saya yakin apa yang menjadi permasalahan selama ini tentu bisa kita atasi. Selaku pemerintah daerah dan pemerintah provinsi tentu kita akan berusaha selalu hadir untuk kepentingan rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Evaluator Dinas ESDM Provinsi Sulsel, Indrawan secara daring menjelaskan, pendelegasian kewenangan perizinan telah didelegasikan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, salah satunya adalah pengelolaan perizinan, khususnya kegiatan pertambangan mineral non logam jenis tertentu dan batuan.

“Jadi pada dasarnya, persyaratan perizinan itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 yakni meliputi harus memiliki wilayah izin usaha pertambangan, izin eksplorasi dan koperasi produksi,” jelas indrawan.

Ia juga menyampaikan bahwa, untuk melakukan perizinan mineral non logam dan batuan sudah tidak lagi memerlukan pengurusan secara langsung di kantor Dinas ESDM. Tetapi dapat dilakukan melalui sistem online.

“Sebelum masuk ke sistem perizinan melalui sistem online, ada persyaratan yang harus dipenuhi secara mandiri oleh pemohon, jadi permohonan wilayah ini tidak lagi melalui perorangan tetapi sudah harus berbadan usaha, baik koperasi ataupun perusahaan perseorangan minimal cv,” tandasnya.

Terakhir, ia membeberkan, untuk permohonan wilayah, ada beberapa persyaratan tambahan yang harus dipenuhi yaitu berupa luas wilayah diwajibkan di atas lima Hektare.

“Jadi luas wilayah pemohon itu harus di atas lima Hektare. Selebihnya bisa di atas 100 hingga 5000 Hektare,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

Warning: Attempt to read property "cat_ID" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 493

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Panen Raya di Desa Lise, Bupati Sidrap Tegaskan Komitmen Perkuat Swasembada Pangan Nasional

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP — Hamparan sawah yang menguning di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan para petani dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Sinergi tersebut tampak nyata saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, hadir langsung mengikuti panen raya bersama masyarakat setempat, Senin (18/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nenek Mallomo itu disambut hangat dan penuh antusias oleh warga yang sejak pagi telah berkumpul di area persawahan.

Panen raya berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Bupati Syaharuddin bahkan turun langsung ke sawah memanen padi bersama petani sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Anggota DPRD Dapil II Ruslan, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP (Pertanian) Suriyanto, Camat Panca Lautang, jajaran kepala desa, unsur Forkopimca, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, serta para petani setempat.

Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan di lokasi, produktivitas lahan pertanian di Desa Lise menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Produksi padi tercatat mencapai angka 5,7 dengan estimasi hasil panen sekitar 9,1 ton per hektare.

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti konkret bahwa Desa Lise memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi pangan unggulan di Kabupaten Sidrap.

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif memaparkan bahwa Desa Lise memiliki luas persawahan sekitar 800 hektare. Sementara secara keseluruhan, Kecamatan Panca Lautang memiliki luas lahan sawah mencapai 5.340 hektare.

Adapun total luas persawahan di Kabupaten Sidrap saat ini mencapai sekitar 52.227 hektare, menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.

“Pertanian adalah fokus utama kami. Sidrap harus terus konsisten menjadi daerah penyangga pangan nasional yang kuat,” ujar Syaharuddin di hadapan para petani.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidrap terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, mulai dari menjamin kelancaran distribusi pupuk hingga memperkuat sistem pengairan sawah.

Menurutnya, salah satu program unggulan yang terus dikembangkan pemerintah daerah adalah metode Listrik Masuk Sawah (LMS), yang dinilai mampu membantu petani mengatasi persoalan irigasi di sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah, saat ini distribusi pupuk lancar, harga turun, dan pengairan dengan metode listrik masuk sawah terus berjalan,” imbuhnya.

Syaharuddin juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah melakukan pengeboran di Desa Lise untuk mendukung pengembangan program LMS seluas 437 hektare.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam petani sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan sepanjang tahun.

Di hadapan masyarakat, Syaharuddin turut mengajak para petani untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam membangun sektor pertanian di desa mereka.

Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan bantuan pemerintah, tetapi juga oleh solidaritas sosial dan semangat kebersamaan masyarakat.

“Jika petani rajin bersedekah dan menunaikan zakat dari hasil panennya, Insya Allah hasil pertanian akan semakin berkah dan meningkat,” tuturnya.

Selain fokus pada sektor pertanian, pembangunan infrastruktur di Desa Lise juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, Syaharuddin berjanji akan segera merealisasikan pengaspalan jalan di desa tersebut guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

“Insya Allah, tahun ini atau paling lambat tahun depan, jalan di Desa Lise akan diaspal agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang mulus,” tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah warga.

Janji tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena kondisi jalan dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas pertanian, distribusi hasil panen, hingga mobilitas warga sehari-hari.

Di sela kegiatan panen raya, Bupati Sidrap bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan kematian kepada keluarga pegawai syara yang meninggal dunia dengan total nilai Rp149.333.328.

Penyerahan santunan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap perlindungan sosial masyarakat dan pekerja keagamaan di daerah.

Kegiatan panen raya kemudian ditutup dengan sesi dialog antara pemerintah daerah dan para petani. Dalam suasana penuh keakraban, Syaharuddin mendengarkan langsung berbagai aspirasi, keluhan, dan masukan dari masyarakat terkait kebutuhan pertanian di lapangan.

Mulai dari persoalan irigasi, kebutuhan alat mesin pertanian, hingga stabilitas harga gabah menjadi topik yang dibahas dalam dialog tersebut.

Bupati menegaskan bahwa seluruh masukan petani akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat agraris di Kabupaten Sidrap.

Dengan potensi pertanian yang besar dan dukungan penuh pemerintah daerah, Desa Lise diharapkan terus berkembang menjadi salah satu kawasan pertanian produktif yang mampu memperkuat posisi Sidrap sebagai daerah penyangga pangan nasional di masa mendatang.

Continue Reading

Trending