Connect with us

Satpol PP Makassar Gelar Apel Bersama, Pengamanan Sul-sel Bershalawat di CPI Masjid 99 Kubah

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Satpol PP Kota Makassar menggelar Apel pengecekan Pasukan untuk Pengamanan (PAM) Zikir bersama yang akan dilaksanakan di Masjid 99 Kubah Center Point Indoesia (CPI), pukul 15:00 Wita sore, Kamis (05/10/2023).

Diketahui, PAM tersebut dilaksanakan dalam rangka Sul-sel bershalawat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 TNI yang akan digelar di Masjid 99 Kubah Kawasan Center Poin Indonesia (CPI) Jl Metro Tanjung Bunga.

Untuk itu, sebelum melaksanakan PAM di Masjid 99 Kubah seluruh Personil Satpol PP melaksanakan Apel bersama di depan Masjid Terapung Pantai Losari Kota Makassar.

Selain itu, Personil Satpol PP yang terlibat PAM tidak hanya di pusatkan di Masjid 99 Kubah, tapi disebar di beberapa titik, untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar.

Potret : Personil Satpol PP Makassar Pada Penempatan Titik PAM Sul-sel Bershalawat.

Dalam giat tersebut, dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto bersama seluruh pejabat, ASN dan Non ASN Se-Kota Makassar.

Adapun tugas Satpol PP dalam PAM itu, mengkoordinasikan setiap kegiatan kepada pihak terkait dan melaporkan hasil kegiatan kepada pelaksana tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Makassar.

Ini sesuai Surat Perintah (SP) yang di keluarkan nomor : 266/300/SP/X/2023.

Untuk diketahui bersama, turut hadir para Pejabat Satpol PP Makassar diantaranya : Plt Kasatpol PP Ikhsan Ns, Kepala Bidang Tibumtranmas Muh Ridwan, Kabid Linmas Awaluddin, Kabid Binmas Iksan Samad, Kabid PPUD Winardi, Kepala Seksi OPS Rano Karno, Kasi Trantibum H. Rahmat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending