Connect with us

Danny Pomanto Pamerkan Keunggulan Makassar ke Peserta Makassar Open International Men and Women Softball Turnament 2023

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR – Pemkot Makassar terus memberikan kenyamanan kepada peserta Makassar Open 2023 International Men and Women Softball Turnament.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto secara khusus mewakili pemerintah kota menjamu makan malam peserta turnament yang berasal dari tujuh negara.

Diantaranya, Australia, Jepang, Papua Nugini, Filipina, Malaysia, New Zealand, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Jamuan makan malam itu berlangsung di Anjungan City Of Makassar, Senin (18/09/2023).

Hadir pula Sekjen Persatuan Softball dan Baseball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Hudli Huduri, Ketua Perbasasi Kota Makassar M Ansar, dan juga Wakil Ketua Umum Baseball dan Softball Malaysia Ujang,

Dihadiri tamu dari luar negeri, Danny Pomanto tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Ia pun memamerkan keunggulan yang dimiliki Makassar di bawah kepemimpinannya.

Apalagi tahun ini, Kota Makassar banyak menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan event berskala Internasional.

Diantaranya, Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) yang melibatkan 36 negara, 16 negara di Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8), dan ASEAN Architect Congress.

“F8 adalah event besar kita, dan itu sudah sangat populer tidak hanya di Indonesia tapi juga secara dunia, dan malam hari ini semakin lengkap karena kita tuan rumah Turnament Softball Internasional ini,” kata Danny Pomanto.

Ia juga mengajak para peserta Makassar Open 2023 untuk menikmati keindahan Kota Makassar. Apalagi Makassar tercatat sebagai delapan besar dengan view sunset terbaik di dunia.

Begitu juga dengan beragam kuliner lezat yang ada di Makassar dengan branding ‘Kota Makan Enak’ dapat dinikmati di sini. Ada banyak kuliner enak seperti coto, pallubasa, konro, pisang epe, songkolo.

“Kalau ada waktu luang coba nikmati sunset di sini. Ada juga banyak makan enak, karena kita telah membranding Makassar Kota Makan Enak,” tuturnya.

Melalui kejuaraan ini, Danny Pomanto lahir atlet berprestasi yang bisa mengharumkan negaranya. Termasuk Indonesia. Termasuk juga menciptakan pertandingan dengan kualitas yang lebih baik.

“Enjoy malam ini, Insya Allah tidak akan mengganggu pertandingan besok. Terima kasih atas kedatangannya di sini,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Danny Pomanto juga mendapatkan kesempatan mengenakan Jersey Tim dari Malaysia yang dikenakan langsung oleh Ketua Umum Baseball dan Softball Malaysia Ujang.

Diketahui, Makassar Open 2023 International Men and Women Softball Turnament diikuti 12 Tim dari tujuh negara. Mulai 17-24 September 2023.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Provinsi Sulawesi Selatan

Sekda Sulsel Pimpin Rapat Percepatan Lahan Bendungan Jenelata Gowa, Kejati Dilibatkan

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Satgas Percepatan Investasi Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa, 1 Juli 2025.

Pertemuan ini fokus pada pendampingan pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, bertempat di Aula Lantai 8 Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Rapat ini berlangsung secara mufakat, dihadiri oleh seluruh unsur terkait, termasuk Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulsel Teuku Rahman, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel Agus Marhendra, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Suryadarma, serta perwakilan dari Sekretariat Daerah Gowa, Kepala BPN Gowa, pihak PTPN I Regional 8, Camat, Kepala Desa, dan tokoh masyarakat setempat.

Pembangunan Bendungan Jenelata menempati lahan seluas 39 hektar milik PTPN I Regional 8. Dari total tersebut, izin lahan tahap satu, dua, dan tiga telah rampung dengan luas 29 hektar. Saat ini, proses pembebasan lahan memasuki tahap empat yang menyisakan 10 hektar.

Luas lahan yang tersisa mencakup 29 bidang tanah yang terindikasi beririsan atau tumpang tindih antara aset PTPN dan masyarakat.

Jufri Rahman menegaskan urgensi penyelesaian masalah lahan ini. “Pertemuan hari ini untuk keinginan Proyek Strategis Nasional Jenelata. Kami berharap agar bisa segera terselesaikan. Kami bersyukur Kejaksaan Tinggi melakukan pendampingan terhadap percepatan ini, apalagi dihadirkan juga dari Camat, Kepala Desa, dan masyarakatnya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa percepatan penyelesaian lahan tahap empat sangat diharapkan agar proses pembangunan Bendungan Jenelata dapat segera diselesaikan.

“Kita mau melihat Sulsel maju dan masyarakat Gowa mendapatkan perlakuan yang adil. Kami berharap ini segera tuntas karena ini adalah PSN.

Kehadiran bendungan ini akan sangat bermanfaat dalam ketersediaan air baku bukan hanya untuk Makassar, tetapi juga Gowa. Termasuk pertanian juga akan mendapatkan manfaatnya, baik di Gowa, Takalar, dan sekitarnya,” jelas Jufri Rahman.

Wakajati Sulsel, Teuku Rahman, menjelaskan peran Kejaksaan Tinggi dalam proyek ini. “Kejati Sulsel juga merupakan Ketua Satgas Percepatan Investasi. Karena pembangunan bendungan ini pada dasarnya akan berkelanjutan investasi ekonomi di Sulsel,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan ini akan berdampak pada kepentingan umum, dengan dampak yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Rapat ini mencari win-win solution, bagaimana pembangunan Jenelata ini dalam prosesnya dapat segera diselesaikan. Adanya permasalahan lahan dapat diselesaikan dengan cara musyawarah,” pungkas Teuku Rahman.

Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Suryadarma, menyatakan telah menyiapkan anggaran untuk penyelesaian izin lahan, namun prosesnya harus mengikuti aturan, khususnya terkait lahan yang masih tumpang tindih.

Salah satu perwakilan masyarakat yang hadir, Samsuddin M dari Dusun Manyampa, Desa Tanakaraeng, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkebun di lahan tersebut sejak tahun 1986.

“Kami mengelola dan tidak ada larangan. Tapi jika ada seperti ini, kami legowo, tapi kami meminta ada penempatan tanaman saya,” ungkapnya, menunjukkan harapan akan adanya kompensasi yang adil.

Bendungan Jenelataknown merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) di Sulawesi Selatan dengan rencana anggaran pembangunan sebesar Rp4,15 triliun. Anggaran ini bersumber dari APBN dan pinjaman dari Cexim Bank Tiongkok.

Bendungan ini akan dibangun dengan tipe Concrete Face Rockfill Dam (CFRD) setinggi 62,8 meter, dengan kapasitas tampungan normal 223,6 juta meter kubik udara dan luas area penampungan hingga 12,20 kilometer persegi.

Manfaat Bendungan Jenelata sangat beragam, diantaranya adalah mereduksi banjir periode ulang 50 tahun dari 1.800 meter kubik per detik menjadi 686 meter kubik per detik.

Bendungan ini juga akan menyediakan baku air sebesar 6,05 meter kubik per detik, mengairi lahan irigasi seluas 26.773 hektar, dan memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 7 Mega Watt. Rencananya, pembangunan bendungan ini akan selesai pada tahun 2028 mendatang. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2024 Kitasulsel