Connect with us

Jalan dan Jembatan Ruas Kabere Tuntas Dikerjakan, Gubernur : Alhamdulillah, Bisa Dinikmati Masyarakat

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Masyarakat Kabupaten Enrekang akhirnya bisa merasakan manfaat pengerjaan Preservasi jalan pada ruas Paleteang – Malaga – Kabere di Kabupaten Enrekang.

Diketahui, Pemprov Sulsel melalui Dinas PUTR telah menangani jalan sepanjang 2,35 km, beserta pembangunan jembatan pada ruas Paleteang – Malaga – Kabere.

Penanganan jalan ini menjadi perhatian Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat ruas jalan ini sebelumnya dengan kondisi rusak berat dan tanjakan yang terjal sehingga kerap terjadi kecelakaan.

“Alhamdulillah, telah tuntas rekonstruksi jalan dan jembatan pada ruas Paleteang – Malaga – Kabere – Toraja  di Kabupaten Enrekang. Melalui APBD TA 2022 telah ditangani sepanjang 2,35 km dengan pengaspalan dan beton pada bahu jalan,” ungkap Gubernur Andi  Sudirman, Jum’at  (31/3/2023).

Dengan perbaikan jalan kabere ini, kata dia, memudahkan mobilitas masyarakat. Terlebih, akses ini menjadi jalur alternatif Enrekang ke Toraja melalui kabupaten Pinrang dengan memangkas jarak sekitar 30 km jika dibandingkan melewati jalan nasional.

“Kini masyarakat telah bisa menikmati manfaat akses infrastruktur jalan dan jembatan ini. Semoga dengan akses ini, bermanfaat dalam kelancaran mobilitas barang dan jasa, yang muaranya akan menggeliatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, salah seorang warga di Desa Taulan, Kecamatan Cendana Bernama Irawati merasa bersyukur dengan selesainya pengerjaan jalan dan jembatan ini.

“Sudah bertahun tahun, sudah lama sekali jalan ini rusak dan baru kali ini dikerjakan, terima kasih atas perbaikan jalan ini, terima kasih banyak pak Gubernur,” kata Irawati. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menag Nasaruddin Umar Kembali ke Bone, Masjid Masa Kecil Jadi Saksi Jejak 56 Tahun Perjalanan Ilmu

Published

on

KITASULSEL—BONE — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan emosional ke Masjid Nurul Amin, Ujung Pero, Desa Saelong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (27/03/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna, mengingat masjid itu memiliki nilai historis mendalam dalam perjalanan hidup Menag. Sekitar 56 tahun lalu, Masjid Nurul Amin menjadi tempat awal Nasaruddin Umar menimba ilmu agama dan memperdalam pemahaman keislaman.

Dalam kunjungan tersebut, Menag hadir tanpa protokoler berlebihan. Ia hanya didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yapid, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan As’adiyah—lembaga pendidikan Islam yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan keilmuan Menag.

Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Menag tampak berbaur dengan masyarakat serta meluangkan waktu untuk bernostalgia bersama rekan-rekan seperjuangannya yang dahulu bersama-sama belajar di masjid tersebut.

Warga setempat mengenang sosok Nasaruddin Umar sejak kecil sebagai pribadi yang santun, tekun, dan memiliki kharisma. Menurut mereka, karakter tersebut tidak berubah hingga kini meskipun telah menduduki jabatan penting di tingkat nasional.

“Dari dulu beliau dikenal sebagai santri yang sopan dan rajin. Sampai sekarang pun tetap sederhana,” ujar salah satu warga.

Kehadiran Menag di Desa Saelong juga membawa harapan baru bagi masyarakat. Di kawasan tersebut kini telah berdiri lembaga pendidikan Islam berstandar internasional yang merupakan bagian dari jaringan Yayasan As’adiyah, sekaligus menjadi cabang ke-7 yang tersebar di Indonesia.

Perkembangan tersebut menjadi simbol kemajuan pendidikan berbasis keislaman di daerah yang dulunya menjadi tempat awal perjuangan seorang santri.

Diketahui, kunjungan Nasaruddin Umar ke Sulawesi Selatan merupakan bagian dari agenda menghadiri PSBM XXVI 2026 di Makassar. Namun, di sela agenda tersebut, Menag menyempatkan diri mengunjungi kampung halaman yang memiliki nilai historis dalam perjalanan hidupnya.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan besar seorang tokoh tidak pernah lepas dari akar dan tempat ia pertama kali belajar serta ditempa.

Continue Reading

Trending