Connect with us

Dialokasikan Rp 44 Miliar, Jalan Pattalassang Segera Ditangani Pemprov Sulsel

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) segera menangani ruas jalan Pattalassang di Kabupaten Gowa.

Ruas yang termasuk kategori lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi dengan kondisi rusak berat menjadi salah satu fokus Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman untuk ditangani secara bertahap.

Dimana tahun 2022 lalu, Pemprov Sulsel telah menangani ruas Burung-Burung – Bili-Bili. Adapun pengerjaan itu, untuk menangani Jalan Yasin Limpo, Jalan Burung-burung – Bili-bili dan Jalan Burung-Burung – Benteng Gajah.

Untuk tahun 2023 ini, Pemprov Sulsel akan menangani kembali ruas jalan Pattalassang. Ada 3 paket untuk penanganan ruas itu.

Yakni rekonstruksi jalan ruas Burung-Burung – Bili-Bili dengan alokasi Rp 16 Miliar; rekonstruksi jalan H.M. Yasin Limpo dengan alokasi Rp 16 Miliar; dan jalan ruas Burung-Burung – Benteng Gajah – Carangki – Bantimurung dengan alokasi Rp 12 Miliar.

Kabid Bina Marga pada Dinas PUTR Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim mengatakan, bahwa ada 3 paket di tahun 2023 ini untuk menangani jalan Pattalassang di Gowa.

“Total alokasi sekitar Rp 44 Miliar untuk menangani jalan sepanjang sekitar 7 Km, dengan berfokus pada segmen yang rusak berat,” ujarnya, Rabu (8/3/2023).

Lanjutnya, “ruas Burung-Burung – Bili-Bili telah berkontrak, dan sementara persiapan untuk pekerjaan. Sementara paket yang lain, segera berkontrak. Insya Allah, segera dikerjakan,” pungkasnya.

Selain ruas Pattalassang, di tahun ini Pemprov Sulsel juga akan menangani rekonstruksi ruas Jalan Mustafa Dg. Bunga di Kabupaten Gowa. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

DP3A Terima Kunjungan Edukatif Siswa SDIT Al Bina Tomoni

Published

on

Kitasulsel–Tomoni Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menerima kunjungan edukatif (field trip) dari siswa-siswi SDIT Al Bina Tomoni yang dilaksanakan di Aula Kantor DP3A, Rabu (21/01/2026).

Kunjungan tersebut diikuti oleh 79 peserta didik kelas VI SDIT Al Bina Tomoni. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas DP3A, Masdin, Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Ramlah Muhammad Djono Sanusi, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Hj. Dra. Hj. Sakira, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDIT Al Bina Tomoni, Asriyani.

Field trip ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada peserta didik mengenai peran dan fungsi pemerintah daerah, khususnya dalam bidang sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Para siswa mendapatkan penjelasan langsung terkait tugas dan layanan DP3A melalui penyampaian materi yang edukatif, komunikatif, serta disesuaikan dengan usia anak sekolah dasar.

Dalam kesempatan tersebut, DP3A menjelaskan perannya sebagai “Tiang Rumah” dalam mewujudkan kesejahteraan sosial, terutama dalam perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak anak, serta penguatan kesetaraan gender. Selain itu, disampaikan pula pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan UPTD PPA dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Masdin, menyampaikan bahwa kegiatan field trip ini merupakan bagian dari upaya edukasi publik kepada anak-anak sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa pemerintah hadir untuk melindungi perempuan dan anak. Harapannya, anak dapat memahami hak dan kewajibannya serta berani melapor apabila mengalami atau melihat tindak kekerasan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDIT Al Bina Tomoni, Asriyani, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat karena anak-anak dapat belajar langsung mengenai tugas pemerintah, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak, dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan sesi tanya jawab interaktif, pengenalan layanan perlindungan perempuan dan anak, serta edukasi mengenai sikap saling menghormati, pencegahan perundungan, dan keberanian untuk melapor apabila terjadi kekerasan.

Continue Reading

Trending