Connect with us

Pemprov – DPRD Sulsel Sepakati Dua Perda Baru

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama DPRD Provinsi Sulsel, menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda). Dua Perda tersebut masing-masing, Perda pengelolaan dan pengembangan ekosistem mangrove berkelanjutan, dan Perda Penyelenggaraan Perpustakaan.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda pengelolaan dan pengembangan ekosistem mangrove berkelanjutan, Andi Janwar Jauri, mengatakan, pembahasan Ranperda ini melibatkan OPD lingkup Pemprov Sulsel, para tokoh dan akademisi, dan seluruh masyarakat terkait.

“Ini hadir sebagai payung hukum untuk melindungi hutan mangrove di Sulawesi Selatan,” kata Andi Janwar Jauri dalam sambutannya sebagai Wakil Ketua Pansus Perda pengelolaan dan pengembangan ekosistem mangrove berkelanjutan, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi Sulsel, Senin, 6 Maret 2023.

Baik secara pribadi maupun mewakili seluruh jajaran Pansus, ia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah ikut terlibat dalam penyusunan maupun perancangan Perda tersebut.

“Izinkan kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, yang telah ikut berpartisipasi dalam penyusunan Ranperda ini,” ujar legislator DPRD Provinsi Sulsel itu.

Ketua Pansus Ranperda Penyelenggaraan Perpustakaan, Fauzi Andi Wawo, mengaku, seluruh jajaran Pansus telah melakukan serangkaian kegiatan dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang seluruh LSM, dan seluruh pihak untuk mendapatkan masukan soal Perda tersebut.

“Ini adalah ranperda inisiatif dari DPRD Provinsi Sulsel sendiri, dimana dalam Ranperda memuat 57 pasal 32 bab. Ranperda ini menjadi Ranperda pertama yang terhubung dengan Undang-undang Cipta Kerja,” tutur politisi PKB Sulsel itu.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Aslam Patonangi, saat mewakili Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, agenda rapat paripurna DPRD pada hari ini, merupakan suatu kesyukuran bagi kita semua karena pembahasan kedua Ranperda tersebut telah memasuki tahap akhir.

Oleh karena itu, ia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat, Pansus Pembahas Ranperda, Bapemperda, Perangkat Daerah terkait dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam seluruh tahapan yang telah dilalui, khususnya dalam tahap pembahasan di DPRD.

Ia mengatakan, materi muatan Ranperda ini, dalam prosesnya tentu telah melalui tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, serta telah mengakomodasi berbagai saran dan pandangan.

“Kami berharap semoga apa yang kita setujui bersama, disamping sebagai bentuk komitmen juga dapat terimplementasi efektif dalam mendukung terselenggaranya pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di daerah yang kita cintai ini,” ungkap Andi Aslam dalam membacakan sambutan Gubernur Sulsel.

Menurutnya, kedua Ranperda inisiatif DPRD yang mendapat persetujuan bersama ini tentunya dibentuk dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah.

Dimana terkait ekosistem mangrove merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki berbagai fungsi dan manfaat bagi masyarakat. Khususnya di wilayah pesisir yang harus dikelola secara bijak dengan memperhatikan kaedah-kaedah kelestarian lingkungan.

“Kehadiran Perda ini nanti akan menjadi payung hukum dalam upaya pengelolaan dan pengembangan ekosistem mangrove secara berkelanjutan,” katanya.

Begitu pula dengan Perda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan, akan menjadi pedoman kita bersama dalam memperkuat peran dan fungsi perpustakaan, agar tidak hanya sekedar menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman bahan perpustakaan. Akan tetapi menjadi wahana pembelajaran masyarakat sepanjang hayat, dan wahana pelestarian dan pewarisan budaya serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan dirampungkannya pembahasan serta telah adanya persetujuan bersama terhadap kedua Ranperda untuk ditetapkan menjadi Perda, maka selanjutnya konsentrasi kita akan tertuju pada proses pelaksanaannya kedepan.

“Saya meminta kepada segenap jajaran Pemerintah Daerah terutama Perangkat Daerah yang menjadi leading sektor dan unit kerja terkait, agar segera menyiapkan dan menindaklanjuti hal-hal yang diperlukan untuk pelaksanaan kedua Perda ini, agar nantinya dapat terlaksana secara efektif, berdaya guna dan berhasil guna,” tutupnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Dorong Sinergi Perumdam, Insan Pers, dan Pemda untuk Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan pentingnya kolaborasi kuat antara insan pers, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Waemami, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Media Gathering yang digelar Perumdam Waemami di Café Munads, Kecamatan Nuha, Sabtu (29/11/2025).

Mengusung tema “Inovasi dan Strategi Pengembangan Bisnis Perumdam Waemami Kabupaten Luwu Timur untuk Pelayanan Air Minum yang Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka antara pemangku kepentingan terkait upaya pengembangan layanan air minum di daerah.

Sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumdam Waemami, Bupati Irwan memberikan apresiasi atas berbagai capaian positif yang ditorehkan perusahaan daerah tersebut.

“Dari evaluasi saya dan tim pengawas saat ini, Perumdam kita memiliki peningkatan yang cukup baik dari segala sisi,” ujarnya.

Bupati Irwan juga mendorong Perumdam Waemami untuk meningkatkan pendapatan dan mampu mencatat surplus guna memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah. Ia menegaskan masih banyak warga yang belum sepenuhnya menikmati layanan air bersih secara layak.

“Masih banyak masyarakat kita di Luwu Timur belum secara utuh menikmati air yang layak, seperti yang banyak digunakan masyarakat melalui PDAM,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan agar akses terhadap air bersih semakin merata.

Lebih jauh, Bupati Irwan menyebutkan bahwa penyertaan modal daerah serta keberadaan industri di Luwu Timur membuka peluang besar untuk peningkatan kinerja sektor air minum.

“Kami berharap kepada teman-teman media bahwa kolaborasi antara media, Perumdam, termasuk pemerintah daerah menjadi penyambung lidah kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perumdam Waemami, Andi Maryam, memaparkan perjalanan panjang perusahaan yang kini telah memasuki usia 20 tahun. Ia menyampaikan berbagai tantangan teknis yang masih sering dikeluhkan masyarakat, seperti air macet, air keruh, hingga kendala jaringan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antara peserta, jajaran Perumdam, serta Bupati Irwan, yang berlangsung interaktif dan konstruktif.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kominfo-SP Andi Tabacina Akhmad, Kabag Prokopim Setdakab Luwu Timur Agus Thobarani, Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Joni Patabi, Kabid IKP dan Humas Hayati, para narasumber Aprianto, Najamuddin, Ayyub, serta para media partner Kabupaten Luwu .

Continue Reading

Trending

Copyright © 2024 Kitasulsel