Connect with us

Prodi D-III Keperawatan Unhas Jalani Re-Akreditasi LAMPT-Kes

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin jalani proses asesmen lapangan akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Acara pembukaan visitasi berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Keperawatan Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, pada Kamis (23/2).

Adapun tim asesor LAMPT-Kes yang akan melakukan visitasi akreditasi, yakni;
1. Emiliana Tarigan, S.Kp.,M.Kes
2. Dr. Indah Lestari, S.Kep.,Ns.,M.Kes

Mengawali kegiatan, Dekan Fakultas Keperawatan Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp.,M.Si., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada tim asesor yang telah hadir langsung ke Fakultas Keperawatan Unhas.

Dirinya menyampaikan secara umum terkait prestasi dan capaian FKep Unhas dalam mewujudkan visi di tahun 2025 sebagai fakultas yang menjadi pusat unggulan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang insani berbasis benua maritim Indonesia dan berdaya saing global, dengan salah satu misinya dengan mewujudkan kerja sama nasional dan internasional untuk mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

“Pelaksanaan akreditasi ini dilakukan untuk membuat program studi DIII Keperawatan menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Saat ini Prodi DIII Keperawatan masih memiliki dua angaktan, demikian diharapkan dengan adanya proses re-akreditasi ini dapat lebih memaksimalkan kualitas lulusan yang akan dihasilkan kedepannya,” jelas Dr, Ariyanti.

lebih lanjut, Dekan FKep Unhas menyampaikan harapannya bagi program afirmasi ini khususnya program studi DIII Keperawatan dapat menjadi lebih baik setelah melangsungkan proses Akreditasi dengan menerima segala saran dan masukan yang telah diberikan oleh tim asesor.

Setelah proses pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan proses visitasi yang dilakukan oleh tim asesor LAMPT-Kes. Dijadwalkan, proses visitasi berlangsung Sabtu (25/2). (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Implementasi Program Nyata, Sidrap Era Syaharuddin Alrif Tunjukkan Penurunan Kemiskinan Signifikan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Implementasi program pro rakyat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif menunjukkan hasil nyata. Kabupaten penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan itu berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulsel.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan pada September 2025, Kabupaten Sidrap menempati posisi ketiga terendah tingkat kemiskinan dari 23 kabupaten/kota se-Sulsel. Persentase penduduk miskin di Sidrap tercatat sebesar 4,91 persen, hanya berada di bawah Kota Makassar (4,43 persen) dan Kota Parepare (4,44 persen).

Capaian ini diraih pada masa kepemimpinan pasangan Syaharuddin Alrif–Nurkanaah yang resmi memimpin Kabupaten Sidrap sejak 20 Februari 2025 lalu.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen daerah.

“Alhamdulillah, ini kabar gembira bagi Kabupaten Sidrap. Capaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah, stakeholder, hingga partisipasi aktif masyarakat,” ujar Syaharuddin Alrif.

Ia menambahkan, sejak awal pemerintahannya berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan, petani, dan pelaku usaha kecil.

Pengamat pemerintahan, Dr. Andi Fadli, menilai keberhasilan Sidrap menekan angka kemiskinan tidak terlepas dari kemampuan kepala daerah dalam mengimplementasikan program secara konsisten dan terukur.

“Capaian yang diraih Sidrap saat ini di bawah nahkoda H. Syaharuddin Alrif tidak datang secara instan. Program-program yang dijanjikan kepada masyarakat mampu dijabarkan dengan baik dalam kebijakan nyata. Hasilnya terlihat jelas, kemiskinan menurun dan Sidrap tumbuh menjadi kabupaten dengan pencapaian yang signifikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Andi Fadli menyoroti kemajuan Sidrap di berbagai sektor pembangunan, dengan sektor pertanian sebagai penopang utama. Sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan, Sidrap dinilai berhasil menjaga produktivitas pertanian melalui penguatan irigasi, bantuan sarana produksi, pendampingan petani, serta kepastian distribusi hasil panen.

Selain pertanian, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan juga menunjukkan perbaikan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan capaian ini, Kabupaten Sidrap kian mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pembangunan yang efektif di Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi contoh bahwa program pro rakyat yang terimplementasi dengan baik mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Continue Reading

Trending