Connect with us

NEWS

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias, DPRD Sulsel Pastikan Realisasi di 2025

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menegaskan komitmennya mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Menurutnya, program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Sulawesi Selatan.

“Kami di DPRD Sulsel sangat siap untuk mendukung dan merealisasikan program makan bergizi gratis. Anggaran untuk program ini sudah kami siapkan di APBD tahun 2025,” ujar politisi yang akrab disapa Cicu, Rabu (22/1/2025).

Selain itu, DPRD Sulsel juga berencana mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

Namun, anggaran untuk program ini baru akan dimasukkan dalam APBD 2025, mengingat instruksi terkait baru disampaikan oleh Pj Gubernur Sulsel, Prof. Fadjry Djufry.

BACA JUGA  Andi Sudirman Berbagi Pengalaman Dihadapan 1.441 Maba Teknik Unhas

“Kami masih menunggu petunjuk teknisnya dari pemerintah pusat melalui Pj Gubernur Sulawesi Selatan. Tentunya, kami harus bersinergi dengan pemerintah pusat agar pelaksanaan program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Sulsel,” tegas Cicu.

Cicu juga menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam merealisasikan program-program strategis pemerintah pusat di tingkat daerah. Menurutnya, kolaborasi ini akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang ada.

“Kami, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulsel, berharap harmonisasi ini dapat terus terjaga. Banyak hal yang bisa diselaraskan dan diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel, Prof. Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) merupakan salah satu kebijakan penting Presiden RI, Prabowo Subianto.

BACA JUGA  Tarif Impor Jadi 19%, Indonesia Merasa Untung Atas Kebijakan Amerika Serikat

Program ini menyasar seluruh segmen masyarakat, mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga lansia.

“Salah satu program penting Bapak Presiden adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Seluruh kepala daerah diminta untuk mengalokasikan anggaran untuk itu,” ujar Prof. Fadjry dalam kunjungannya ke DPRD Sulsel baru-baru ini.

Dengan langkah ini, DPRD Sulsel berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program pemerintah pusat, baik dalam peningkatan gizi maupun Layanan kesehatan. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Tenaga Ahli Menteri Agama Apresiasi Kinerja Solid PT Annur Maarif dan JRW dalam Penyelenggaraan Umrah Skala Besar

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  Perdana Temu Konstituen Melalui 4 Pilar, Anggota DPR RI Deng Ical Ucapkan Terima Kasih
Continue Reading

Trending