NEWS
Tamsil Linrung: Municipal Bond Alternatif Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8%
Kitasulsel–JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, kembali menegaskan tekadnya dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi hingga 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, angka tersebut dapat diraih dengan mengoptimalkan mesin ekonomi dari daerah. Tamsil mendorong pemerintah daerah melakukan inovasi pendanaan pembangunan melalui municipal bond atau obligasi daerah.
Wakil Ketua DPD Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini menilai, bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak mungkin dilepaskan dari percepatan pembangunan daerah.
“Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden, membangun Indonesia dari pinggir, dari daerah. Maka kami mendorong PEMDA melakukan terobosan fiskal,” ungkap Tamsil dalam keterangannya (16/7).
Mantan pimpinan Badan Anggaran DPR RI ini menilai, tidak semua daerah mandiri secara fiskal. Hal tersebut menjadi tantangan utama dalam memenuhi kebutuhan investasi untuk membiayai pembangunan sektor-sektor strategis.
“Ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat, sering kali menghambat kecepatan dan fleksibilitas dalam menjalankan proyek-proyek jangka panjang. Bahkan termasuk menjadi kendala bagi kepala daerah dalam menunaikan janji-janji politik kepada masyarakat” ujar Tamsil dalam sambutannya.
Karena itu, sambungnya, perlu rumusan dan formula anyar dalam pembiayaan program-program PEMDA. Ia menilai, sudah saatnya daerah menggali sumber pembiayaan yang lebih kreatif, sehat, dan berorientasi pada kemanfaatan jangka panjang.
“Dalam konteks ini, obligasi daerah atau municipal bond, menjadi opsi yang tidak hanya realistis, tetapi juga potensial dalam mengakselerasi pembangunan daerah yang berbasis pada revenue generating project,” ungkapnya.
Tamsil menegaskan bahwa pembahasan mengenai municipal bond bukanlah wacana baru.
Isu ini telah lama menjadi kajian, terutama di kalangan ekonom dan pelaku industri keuangan. Pemerintah dan otoritas terkait, juga telah menyiapkan alas hukum. Tetapi hingga saat ini belum ada daerah yang berani menerbitkan municipal bond.
“Regulasinya sudah siap. Kerangka kebijakan sudah tersedia, tinggal bagaimana kita memastikan kapasitas, kemauan politik, dan kepercayaan publik bisa bertemu di titik yang sama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tamsil juga menyampaikan bahwa DPD RI, khususnya Komite IV, akan terus memainkan perannya dalam fungsi pengawasan dan pertimbangan kebijakan fiskal.
Salah satunya melalui forum-forum kajian terpadu untuk mengumpulkan masukan dari para pakar dan praktisi agar terjadi proses alih pengetahuan, penajaman strategi, dan terbentuknya komitmen lintas sektor antara pusat dan daerah.
“DPD RI berkomitmen menjadi simpul. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga menawarkan solusi. Municipal bond adalah salah satu jalan yang harus kita upayakan bersama,” urai Tamsil saat menyampaikan pidato kunci Focus Group Discussion “Alternatif Pembiayaan Pembangunan Daerah Melalui Municipal Bond” yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (11/7).
Hasil FGD ini menjadi input bagi DPD dalam menyusun rekomendasi kebijakan. Termasuk penyempurnaan regulasi teknis, peningkatan kapasitas SDM pemerintah daerah, penyusunan kriteria proyek yang layak untuk pembiayaan obligasi, serta skema mitigasi risiko, agar investor dan publik semakin percaya terhadap kredibilitas obligasi daerah.
Dengan langkah-langkah konkret tersebut, Tamsil berharap target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen dapat dibangun dari fondasi yang kuat di daerah, melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan bertanggung jawab.
“Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo, membangun dari pinggir, membangun dari daerah. Mari kita memandang obligasi daerah sebagai alat kemajuan, bukan beban fiskal,” imbuhnya.
FGD ini menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi sebagai narasumber, antara lain Reydonnyzar Moenek yang merupakan pakar keuangan daerah, Sunarsip selaku Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Irmawati dan Mohamad Reza Miolo dari lembaga pemeringkat efek PEFINDO.
Forum diskusi terpadu ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, antara lain Fatmawati Rusdi (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan), Abdullah Vanath (Wakil Gubernur Maluku), Syahruddin Alrif (Bupati Sidrap), Pilar Saga Ichsan (Wakil Walikota Tangsel), serta utusan gubernur Lampung, NTB, Sumatera Barat, dan Gorontalo. (*)
NEWS
Ratusan Koper Jamaah Padati Kantor Pusat Annur Travel, Suasananya Bak Pemberangkatan Jamaah Haji
KITASULSEL—SIDRAP — Suasana berbeda tampak di Kantor Pusat Annur Travel menjelang keberangkatan Grup Akbar Umrah 26 Januari 2026. Ratusan koper jamaah tersusun rapi dan memenuhi area kantor, menghadirkan pemandangan yang tak ubahnya seperti pengumpulan koper jamaah haji di embarkasi.
Sejak pagi, keluarga jamaah silih berganti mengantar koper dan perlengkapan perjalanan. Aktivitas tersebut menciptakan atmosfer khidmat dan penuh haru, mencerminkan kesiapan jamaah Annur Travel dan PT Jenewa Rabbani Wisata (JRW) untuk berangkat menuju Baitullah.
Pemandangan ratusan koper seragam yang telah diberi identitas jamaah menjadi simbol tertibnya manajemen keberangkatan. Tim Annur Travel tampak melakukan pengecekan akhir terhadap koper dan perlengkapan jamaah guna memastikan seluruh barang terdata, aman, dan sesuai dengan standar perjalanan internasional.
Salah seorang anggota keluarga jamaah yang ikut mengantar koper mengaku terkesan dengan suasana yang tercipta.

“Ini yang istimewa dari Annur Travel, masumange sedding, karena suasananya betul-betul seperti antar jamaah haji,” ujarnya.
Manajemen Annur Travel memastikan seluruh aspek teknis keberangkatan telah dipersiapkan secara matang. Haerul, selaku Person In Charge (PIC) keberangkatan, menyebutkan bahwa armada transportasi menuju Makassar telah disiapkan secara khusus.
“Untuk keberangkatan ini, kami menyiapkan satu unit truk dan 10 unit mobil bus guna mengangkut jamaah beserta seluruh barang jamaah menuju Makassar. Alhamdulillah, semuanya sudah siap,” kata Haerul.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Annur Travel untuk memberikan rasa aman dan nyaman sejak dari daerah asal jamaah hingga tiba di Tanah Suci.
“InsyaAllah, dengan izin Allah semua sudah siap. Mohon doa dari semua pihak agar perjalanan jamaah diberikan kelancaran dan keselamatan,” tutupnya.
Keberangkatan Grup Akbar ini akan membawa 433 jamaah menuju Tanah Suci menggunakan penerbangan carter Lion Air Indonesia, yang selanjutnya akan bergabung dengan 317 jamaah Annur dan JRW yang telah lebih dahulu diberangkatkan. Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 2.000 jamaah Annur dan JRW akan berada di Makkah dan Madinah sepanjang Januari 2026.
Suasana pengumpulan koper yang menyerupai proses haji ini sekaligus menegaskan karakter Annur Travel sebagai penyelenggara umrah yang mengedepankan ketertiban, kesiapan teknis, dan pelayanan bermartabat, sehingga setiap tahapan perjalanan ibadah dapat dijalani jamaah dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh keyakinan.
-
Nasional7 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login