Connect with us

NEWS

Siap Gelar Semi Final ACC,Ceo PSM Makassar Bersama RMS Kunjungi Stadion Gelora BJ Habibie

Published

on

Kitasulsel—PAREPARE, – CEO PSM Makassar, Sadikin Aksa, bersama Anggota DPR RI, Rusdi Masse, melakukan kunjungan ke Stadion Gelora BJ Habibie di Kota Parepare. Sabtu (29/3/2025).

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, dengan penuh kehangatan.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan stadion yang menjadi markas PSM Makassar tersebut dalam menghadapi kompetisi mendatang.

Sebagai stadion kebanggaan. Parepare, Gelora BJ Habibie telah menjadi rumah bagi PSM Makassar dalam beberapa musim terakhir.

“Kunjungan Bapak CEO PSM Makassar dan Bapak Rusdi Masse, anggota DPR RI, tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan mereka terhadap stadion ini,” ujar Wali Kota Parepare,  Tasming Hamid.

BACA JUGA  Komisi IX DPR Dorong Pemerintah Kaji Ulang Anggaran Program Makan Bergizi

Setelah melakukan kunjungan dan pengecekan fasilitas stadion, rombongan kemudian melanjutkan acara buka puasa bersama di Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Syamsul Latanro dan Yasser Aslan.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia olahraga, serta para pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan sepak bola di Parepare, khususnya bagi PSM Makassar.

Siap Gelar Semifinal ACC

Kunjungan Dirut PSM Makassar, Sadikin Aksa di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) di Kota Parepare, jelang laga semifinal ASEAN Club Championship (ACC) 2024/2025 antara PSM Makassar Vs Cong An Ha Noi FC (CAHN).

Sadikin pun memuji hasil renovasi stadion sehingga dapat lolos untuk menggelar laga internasional.

BACA JUGA  Pengamat: Syaharuddin Alrif adalah “Roh” NasDem Sulsel yang Sesungguhnya

“Ini saya lihat sudah punya stadion berstandar internasional,” kata Sadikin saat ditemui media, Sabtu (29/3/2025).

Sadikin mengaku sudah memeriksa semua bagian stadion seperti rumput, ruangan dan juga area luar stadion. Hasilnya kata dia, sudah bagus dan layak untuk melaksanakan pertandingan internasional. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Paskibraka Wanita Diminta Lepas Jilbab, Majelis Ormas Islam Jakarta: Sepertinya Ada Tekanan, Lawan

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  Wamenag: Dai Harus Profesional, Kuasi Disiplin Ilmu
Continue Reading

Trending