Connect with us

Pemkot Makassar

Wawali Makassar Pimpin Rakor Persiapan Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Pemerintah Kota Makassar kembali menggelar tradisi tahunan yang penuh makna di bulan suci Ramadhan.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham memimpin rapat koordinasi (rakor) guna mematangkan persiapan acara buka puasa bersama anak-anak panti asuhan, yang akan dirangkaikan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an, Kamis (06/03/2025).

Bertempat di ruang rapat Wakil Wali Kota, rakor ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, termasuk Asisten I Andi Muh. Yasir, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Andi Bukti, Kepala Dinas Pariwisata Moh. Roem, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ferdi, serta Kepala Dinas Sosial, drg Ita Isdiana Anwar, Kabag Kesejahteraan Rakyat, M.Syarif, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

BACA JUGA  Keren! Wali Kota Makassar Danny Pomanto Raih Penghargaan Apresiasi Tokoh 2024 oleh Tempo Media

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih di bulan penuh berkah ini.

“Kami ingin memastikan acara ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian kita terhadap mereka yang berhak merasakan kebahagiaan Ramadan,” ujarnya.

Selain mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan serta semangat berbagi.

Dalam rakor tersebut, berbagai aspek teknis dibahas secara mendalam seperti jumlah anak panti yang akan diundang mencapai 3.300 anak panti dari 66 panti asuhan yang ada di Kota Makassar.

BACA JUGA  Wabup Sidrap Pimpin Rapat Tindak Lanjut Rekomendasi LKPJ 2024

Kegiatan ini rencananya akan digelar di Tribun Karebosi, pada tanggal 16 Maret 2025.

Rapat teknis ini diharapkan menjadi langkah awal, memastikan acara berjalan tertib, aman, dan nyaman.

Pemkot Makassar berharap momen sakral ini dapat menjadi ajang kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga, sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Lepas JCH 2026, Tekankan Ibadah Haji Bukan Sekadar Perjalanan

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan pesan mendalam kepada Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Makassar 1447 Hijriah/2026 Masehi saat prosesi pelepasan di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Baruga Anging Mammiri, Makassar, Rabu (29/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Munafri yang akrab disapa Appi didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.

Dalam sambutannya, Appi menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah perjalanan rekreasi, melainkan perjalanan suci untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ibadah haji ini bukan tamasya, bukan rekreasi. Ini adalah kewajiban dan kesempatan besar untuk memohon segala doa terbaik serta mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga niat, meluruskan hati, serta menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Selain itu, para jemaah juga diminta menjaga kesehatan serta mematuhi arahan petugas haji selama berada di Tanah Suci.

BACA JUGA  Munafri Jalin Silaturahmi dengan Media Lokal, Tekankan Pentingnya Kolaborasi Informasi Publik

Munafri turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia, yang telah berperan dalam proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini.

Ia juga menyebut pelepasan jemaah di Rumah Jabatan Wali Kota sebagai momen bersejarah bagi Kota Makassar.

“Ini mungkin menjadi satu sejarah. Mungkin belum pernah ada jemaah haji dilepas di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah jemaah yang cukup besar serta adanya masa transisi kuota haji menjadi alasan utama pemilihan lokasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Appi juga menitipkan doa kepada para jemaah agar turut mendoakan Kota Makassar dan masyarakatnya. Ia pun mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah.

“Jadilah satu keluarga yang tidak terpisahkan. Saling menjaga, saling membantu, karena ini adalah perjalanan spiritual yang harus dijalani bersama,” pesannya.

BACA JUGA  Indira Yusuf Ismail Berbagi Pengalaman Pribadi Tentang Pentingnya ASI Eksklusif

Kepada petugas haji, Munafri menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk amanah yang mulia.

“Tugas Bapak dan Ibu jauh lebih berat, tetapi sangat mulia. Layani para jemaah dengan sepenuh hati, berikan kemudahan dan informasi yang dibutuhkan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, memastikan kesiapan JCH Kota Makassar telah melalui proses pemeriksaan ketat, khususnya dari aspek kesehatan.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan syarat istitha’ah, yakni kemampuan fisik dan mental yang wajib dimiliki calon jemaah sebelum diberangkatkan.

“Prosesnya sangat ketat dalam pengawalan dan pemeriksaan kesehatan. Itulah yang dimaksud dengan istitha’ah, sehingga calon jemaah haji Kota Makassar benar-benar siap untuk diberangkatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar serta rumah sakit umum daerah guna memastikan seluruh jemaah memenuhi standar kesehatan.

BACA JUGA  Keren! Wali Kota Makassar Danny Pomanto Raih Penghargaan Apresiasi Tokoh 2024 oleh Tempo Media

Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Makassar tercatat sekitar 331 orang. Sebagian telah diberangkatkan melalui beberapa kelompok terbang (kloter), yakni kloter 1, kloter 4, dan kloter 10.

Selain itu, Kota Makassar juga berperan dalam mengisi kuota kloter yang masih tersedia di Sulawesi Selatan.

Amrullah juga mengungkapkan tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji. Untuk tahun 2027, daftar tunggu jemaah diperkirakan mencapai sekitar 2.080 orang di luar pendamping mahram dan lansia, dengan total potensi mencapai 2.400 hingga 2.700 orang.

“Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat sangat tinggi, sehingga membutuhkan persiapan yang lebih matang, terutama dari sisi kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar guna memastikan kesiapan fisik seluruh jemaah, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan optimal.

Continue Reading

Trending