Connect with us

Teman Bus Rute Kampus Unhas Tamalanrea-Teknik Gowa Resmi Beroperasi

Published

on

Kitasulsel–Makassar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar memastikan Teman Bus Trans Mamminasata Koridor Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea hingga Fakultas Teknik Unhas Gowa Resmi beroperasi.

Hal tersebut terlihat dari postingan dalam akun Instagram milik Dishub kota Makassar, Minggu (4/8/2024).

Kepala Dishub (Kadishub) Kota Makassar Zainal Ibrahim mengatakan, teman bus kembali dengan kabar baik untuk mahasiswa Unhas.

“Karena sekarang Teman Bus rutenya sampai stasiun Mandai,” ujarnya.

Zainal menjelaskan, mahasiswa bisa menggunakan bus dengan rute Koridor 5 FT Unhas (Gowa) ke Unhas Tamalanrea (Via Mall Panakkukang) lalu berganti bus dengan rute koridor 2 Unhas Tamalanrea menuju Stasiun Mandai (Via Bandara).

“Jadi semuanya bisa terhubung dengan rute terbaru itu,” jelasnya.

Selanjutnya, Zainal menjelaskan untuk penumpang bus layanan integrasi Kereta Api Sulawesi Selatan, kartu penumpang tidak lagi berlaku.

“Tapi jangan khawatir, Teman Bus terintegrasi stasiun mandai akan ada setiap 10-15 menit,” katanya.

Kadishub Makassar itu berharap, dengan layanan ini dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas mahasiswa.

Mengurangi kepadatan lalu lintas, serta mendukung lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Sekaligus menjadi penghubung atau konektivitas kampus Unhas Gowa dan Kampus Tamalanrea,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Hadiri Musyawarah Adat Padoe, Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya

Published

on

Kitasulsel–LuwuTimur Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Musyawarah Adat Budaya Suku Padoe yang digelar di Rumah Adat Padoe, Kecamatan Wasuponda, Jumat (27/03/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Lembaga Adat Padoe atas terselenggaranya kegiatan musyawarah yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Ia menilai, musyawarah adat tersebut memiliki peran penting dalam memberikan dampak positif, tidak hanya bagi masyarakat Padoe, tetapi juga bagi masyarakat Luwu Timur secara keseluruhan.

“Sebagai pemerintah daerah, kami berharap kegiatan ini benar-benar membawa manfaat yang baik. Karena kita di Luwu Timur tidak bisa dipisahkan dari adat,” ujarnya.

Menurut Irwan, keberadaan adat dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat serta menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung setiap hasil dan rencana yang dihasilkan dari musyawarah adat tersebut.

“Kami siap mendukung apa yang menjadi harapan dan perencanaan adat Padoe, karena saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Padoe,” tegasnya.

Ia juga berharap, musyawarah besar ini mampu melahirkan keputusan terbaik yang dapat menjadi rujukan bersama, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Perbedaan itu hal yang biasa, namun dinamika harus kita jadikan sebagai berkah, bukan permasalahan,” tandas Bupati Irwan.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Continue Reading

Trending