Connect with us

Legislator Makassar Gerah Persoalan Air Bersih Warga Barombong Tak Pernah Jadi Prioritas

Published

on

Kitasulsel–Makassar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar desak Perumda Air Minum (PDAM) untuk segera memenuhi kebutuhan air bersih Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

“Semenjak saya di periode pertama sampai sekarang sudah 10 tahun, saya sering sampaikan aspirasi warga Kelurahan Barombong yang sebagian belum mendapatkan air PDAM tapi belum juga terrealisasikan,” ujar anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman.

Yeni menjelaskan, pihak PDAM kerap menyampaikan alasan klasik terkait sumber air baku utama yang digunakan untuk mengaliri setiap rumah warga.

Harusnya kata Yeni, PDAM memiliki inovasi ataupun solusi untuk mengatasi masalah yang dialami warga di kelurahan Barombong.

“Masa kita pasrah dengan keadaan tidak ada sumber air baku. Masa 10 tahun tidak bisa menemukan sebuah terobosan atau menemukan sebuah solusi,” katanya.

“PDAM juga harus punya inovasi, airnya ditarik dari mana, atau didapat darimana jangan biarkan masyarakat yang kesusahan air,” lanjutnya.

Yeni merasa, ada pendiskriminasian dalam menikmati air bersih dari PDAM kota Makassar, dimana pada titik titik daerah yang berdekatan dengan pusat kota Makassar menjadi prioritas utama PDAM, sehingga beberapa lainnya terabaikan.

“Air minum salah satu kebutuhan yang sangat mendasar buat masyarakat, jadi tidak boleh ada diskriminasi soal menikmati air. Jangan karena dia di ujung sana karena dia perbatasan jadi kurang diperhatikan,” tandas. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending