Connect with us

Rahmat Taqwa Hadiri Halal Bihalal Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah Bersama Indira Jusuf Ismail

Published

on

Kitasulsel–Makassar Ketua Komisi A DPRD Makassar Rahmat Taqwa Qurais turut hadir pada acara halal bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah pada Kamis (9/5/2024).

Hadir pada kesempatan itu Ketua PKK Kota Makassar Indira Jusuf Ismail serta Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi serta sejumlah tokoh masyarakat, ketua RT/RW dan warga setempat.

Rahmat mengatakan bahwa kehadiran dirinya untuk memenuhi undangan pemerintah setempat sekaligus silaturahmi bersama warga.

“Kebetulan Bu Indira juga diundang dan syukurnya karena beliau ada waktu untuk hadir bertemu dengan masyarakat yang sudah merindukan Ibu,” ujar Rahmat kepada wartawan.

Ketua Fraksi PPP DPRD Makassar ini menyampaikan bahwa masyarakat begitu antusias menanti kehadiran istri wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto itu.

“Kita tidak bisa menyangkal Bu Indira mendampingin Pak Danny Pomanto selama dua periode di Makassar tentu kedekatannya dengan warga sangat terasa, sehingga begitu masyarakat tahu beliau mau mengunjungi wilayahnya tentu sangat senang,” jelas politisi muda PPP Makassar itu

Soal sikap politik kedepannya, khususnya di Pilwali Makassar, Rahmat mengaku partainya tetap mengutamakan mekanisme partainya.

“Kami terus berkoordinasi baik dengan pimpinan kami di PPP dan dari pihak Amirullah (Danny Pomanto), intinya wait and see,” kata Rahmat.

Untuk diketahui, Indira telah memperlihatkan keseriusannya maju Pilwali Makassar dengan mengambil formulir pendaftaran di sejumlah partai politik yang membuka penjaringan. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending