Connect with us

Plh Sekprov Sulsel Ikuti Rapat Persiapan Pilkada Serentak, Mendagri Minta Pemprov Siapkan Anggaran Hingga Ingatkan Netralitas ASN

Published

on

Kitasulsel–Makassar Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Darmawan Bintang, secara virtual mengikuti Rapat Fasilitasi dan Koordinasi Dukungan Pilkada Serentak 2024, yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Kamis, 20 Juni 2024.

Ditemui usai rapat, Andi Darmawan Bintang, menjelaskan beberapa arahan yang ditekankan Mendagri Tito Karnavian. Khususnya terkait fungsi Penjabat Gubernur, Bupati dan Walikota, dalam mempersiapkan Pilkada Serentak.

Kedua, diharapkan adanya sinergitas antara semua komponen penyelenggara maupun aparat keamanan, KPU, Bawaslu maupun media, sehingga Pilkada Serentak berlangsung sukses.

Ketiga, kandidat yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2024 tidak ada yang berstatus Penjabat.

Keempat, lanjut Andi Darmawan, Mendagri mengingatkan terkait Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) anggaran Pilkada, yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah agar dipersiapkan dengan baik.

“Adapun mengenai pencairan anggaran Pilkada harus melihat dari kebutuhan KPU, Bawaslu, dan aparat keamanan. Bulan Juli dan Agustus memasuki triwulan ketiga, tetapi tahapan Pilkada masih dalam tahapan pendaftaran,” jelasnya.

Arahan Mendagri Tito Karnavian yang lain, ungkap Darmawan Bintang, adalah memastikan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), jangan ada yang terlibat dalam kampanye dan sebagainya.

Terakhir, untuk pengamanan Pilkada Serentak, Mendagri Tito Karnavian meminta agar Satpol PP dikerahkan untuk menjaga ketertiban dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak.

Diketahui, Pilkada Serentak akan dilakukan November 2024 mendatang di Seluruh Indonesia. Pemilihan Gubernur di 37 Provinsi, kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemilihan Bupati di 415 Kabupaten, dan Pemilihan Walikota di 93 Kota.

Adapun jumlah Penjabat Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia hingga saat ini berjumlah 28 orang untuk Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati 189 orang, dan Penjabat Walikota 56 orang. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menag Nasaruddin Umar Kembali ke Bone, Masjid Masa Kecil Jadi Saksi Jejak 56 Tahun Perjalanan Ilmu

Published

on

KITASULSEL—BONE — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan emosional ke Masjid Nurul Amin, Ujung Pero, Desa Saelong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (27/03/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna, mengingat masjid itu memiliki nilai historis mendalam dalam perjalanan hidup Menag. Sekitar 56 tahun lalu, Masjid Nurul Amin menjadi tempat awal Nasaruddin Umar menimba ilmu agama dan memperdalam pemahaman keislaman.

Dalam kunjungan tersebut, Menag hadir tanpa protokoler berlebihan. Ia hanya didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yapid, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan As’adiyah—lembaga pendidikan Islam yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan keilmuan Menag.

Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Menag tampak berbaur dengan masyarakat serta meluangkan waktu untuk bernostalgia bersama rekan-rekan seperjuangannya yang dahulu bersama-sama belajar di masjid tersebut.

Warga setempat mengenang sosok Nasaruddin Umar sejak kecil sebagai pribadi yang santun, tekun, dan memiliki kharisma. Menurut mereka, karakter tersebut tidak berubah hingga kini meskipun telah menduduki jabatan penting di tingkat nasional.

“Dari dulu beliau dikenal sebagai santri yang sopan dan rajin. Sampai sekarang pun tetap sederhana,” ujar salah satu warga.

Kehadiran Menag di Desa Saelong juga membawa harapan baru bagi masyarakat. Di kawasan tersebut kini telah berdiri lembaga pendidikan Islam berstandar internasional yang merupakan bagian dari jaringan Yayasan As’adiyah, sekaligus menjadi cabang ke-7 yang tersebar di Indonesia.

Perkembangan tersebut menjadi simbol kemajuan pendidikan berbasis keislaman di daerah yang dulunya menjadi tempat awal perjuangan seorang santri.

Diketahui, kunjungan Nasaruddin Umar ke Sulawesi Selatan merupakan bagian dari agenda menghadiri PSBM XXVI 2026 di Makassar. Namun, di sela agenda tersebut, Menag menyempatkan diri mengunjungi kampung halaman yang memiliki nilai historis dalam perjalanan hidupnya.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan besar seorang tokoh tidak pernah lepas dari akar dan tempat ia pertama kali belajar serta ditempa.

Continue Reading

Trending