Connect with us

Abdul Wahab Tahir Pastikan Perbaikan Jalan dan Drainase di Kaluku Bodoa Dikerjakan Tahun Ini

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Anggota DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir melakukan agenda kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis (4/1/2024).

Wahab Tahir mengaku Kundapil ini berfokus pada perbaikan infrastruktur yang ada di beberapa titik di Kelurahan Kaluku Bodoa, seperti jalanan dan saluran drainase.

Ia bahkan memastikan perbaikan infrastruktur jalan dan saluran drainase di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, akan dikerjakan tahun ini.

“Tahun ini kelurahan kaluku bodoa akan mendapat bantuan dana perbaikan jalan dan drainase lewat Dinas PU,” ujar Wahab.

Pada saat meninjau langsung lokasi wilayah tersebut, Wahab Tahir bersama unsur Tripilar mengaku ada tujuh titik di Kaluku Bodoa yang bakal mendapat perbaikan.

“Ada sekitar tujuh titik nanti di Kelurahan Kaluku Bodoa yang dikerjakan,” ungkap Legislator Partai Golkar Makassar tiga periode ini.

Sementara untuk anggaran perbaikan, Wahab membeberkan kurang lebih ada Rp2 miliar yang akan digelontorkan pemerintah kota Makassar.

“Pagu anggarannya itu kurang lebih dua miliar akan masuk, jadi nanti di mohon kepada warga untuk turut serta membantu,” bebernya.

“Karena kalau ada hambatan maka yang rugi masyarakat sendiri, anggaran ini adalah punya rakyat jadi semua harus turut serta dalam mengawal ini,” tambahnya.

Karena itu, Wahab Tahir berharap pemerintah kota Makassar bisa segera merealisasikan perbaikan drainase di Kelurahan Kaluku Bodoa.

Dirinya pun meminta agar masyarakat bisa langsung melaporkan jika ada saluran drainase yang butuh rehabilitasi dengan berkoordinasi ke pemerintah kelurahan terkait titik- titik yang butuh penanganan.

“Tugas saya sebagai anggota DPRD mendatangkan dana bantuan itu untuk membantu rakyat,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menunda 5 Tahun Demi Keyakinan, La Beddu Akhirnya Berangkat Haji Bersama Annur dan Sang Anak

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Di tengah riuh persiapan keberangkatan jamaah calon haji tahun 2026, terselip kisah penuh keteguhan dari seorang lansia asal Kabupaten Sidrap, La Beddu.

Pria berusia 67 tahun asal Panreng, Kecamatan Baranti ini telah menunggu selama 15 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Penantian panjang itu bukan semata karena antrean, tetapi karena sebuah keyakinan—bahwa ia ingin berangkat ke Tanah Suci bersama pendamping yang ia percayai sepenuh hati: PT Annur Maarif.

Padahal, lima tahun lalu namanya telah lebih dulu dipanggil. Kesempatan berhaji sudah terbuka. Namun saat itu, La Beddu memilih menunda.

“Sudah naik nama lima tahun lalu, tapi bukan Annur… Melo mokka ko Annur yola,” ujarnya dengan logat khas Bugis, yang berarti ia ingin berangkat jika bersama Annur.

Bagi La Beddu, haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin yang membutuhkan rasa tenang dan keyakinan penuh. Ia mengaku sering mendengar cerita tentang pelayanan Annur Maarif—tentang bagaimana jamaah diperlakukan dengan penuh perhatian, dibimbing dengan sabar, dan dijaga sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Cerita-cerita itulah yang tertanam kuat di benaknya, hingga ia rela menunda keberangkatan demi mendapatkan pengalaman ibadah yang menurutnya lebih “sempurna”.

Kini, penantian panjang itu akhirnya terbayar. Tahun ini, La Beddu dipastikan berangkat sebagai jamaah calon haji, bahkan lebih istimewa lagi, ia akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut bersama anaknya.

Keduanya tergabung dalam KBIHU Kecamatan Baranti dan masuk dalam kloter 2 jamaah calon haji asal Sidrap embarkasi Ujung Pandang.

Bagi La Beddu, kebersamaan dengan anaknya menjadi anugerah tersendiri dalam perjalanan suci ini. Ia tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga doa dan cinta seorang ayah yang ingin menapaki jejak spiritual bersama darah dagingnya.

Di usianya yang tidak lagi muda, langkah La Beddu mungkin tak sekuat dulu. Namun tekadnya justru semakin kokoh. Ia percaya, dengan pendampingan yang tepat, perjalanan hajinya akan menjadi lebih ringan dan bermakna.

Kisah La Beddu menjadi potret sederhana tentang bagaimana ibadah haji bukan hanya soal giliran, tetapi juga tentang keyakinan, kesiapan hati, dan rasa percaya.

Di balik angka-angka kuota dan jadwal keberangkatan, ada cerita-cerita seperti La Beddu—yang mengajarkan bahwa menunggu dengan sabar, memilih dengan yakin, dan melangkah dengan tenang adalah bagian dari perjalanan menuju panggilan Ilahi.

Continue Reading

Trending