Connect with us

Ketua Brigade 08 Apresiasi Acara Buka Puasa Bersama Kelurahan Butung, Kecamatan Wajo

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR — Ketua Brigade 08, Lukman Sulaiman, turut serta menghadiri acara buka puasa bersama yang dihelat oleh Kelurahan Butung, Kecamatan Wajo, Kamis (21/3/2024)

Acara tersebut berlangsung di Jalan Sarappo Kantor Kelurahan Butung, dihadiri juga oleh Tripika, Camat Wajo, Nimrod Sembe, para Lurah Se-Kecamatan Wajo, unsur TNI Polri, Kapolsek Wajo dan jajaran, Ketua FK LPM Haeruddin Hafid, serta ketua LPM, RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman Sulaiman yang dikenal sebagai pemimpin komunitas dengan khas berwarna orange, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap acara buka puasa bersama yang diinisiasi oleh Kelurahan Butung.

“Inisiatif seperti ini sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di tengah-tengah masyarakat. Andi Erni juga sahabat saya, sebuah kehormatan mendapat undangan bukber dari beliau,” ujar Lukman Sulaiman kepada wartawan.

Andi Erni, Lurah Butung, menyambut baik dukungan yang diberikan oleh semua pihak dalam menyelenggarakan acara buka puasa bersama tersebut.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Ketua Bigade 08, Lukman Sulaiman, dan semua pihak yang hadir. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk mempererat hubungan antarwarga dan memupuk kebersamaan di lingkungan kita,” kata Andi Erni.

Acara buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Hal ini menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi dalam menjalankan nilai-nilai spiritual, kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah-tengah masyarakat.

Diharapkan, acara semacam ini akan menjadi inspirasi bagi instansi pemerintah dan komunitas lainnya untuk turut serta aktif dalam kegiatan-kegiatan yang memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas di masyarakat. (**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KEMENHAJ-UMRAH

Tenaga Ahli Menag RI Lepas Jemaah Umrah Kloter 2 Sidrap, Pesan Kesehatan dan Kebersamaan Menguat di Tanah Suci

Published

on

Kitasulsel—Makassar — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan jemaah umrah Kloter 2 asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/04/2026). Langkah penuh harap para jemaah mengiringi perjalanan suci mereka menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sebelum terbang ke Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz.

Pelepasan tersebut dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. Bunyamin, yang memberikan pesan mendalam kepada seluruh jemaah. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan mental dan fisik.

“Kesehatan adalah faktor utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Ini adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi prima, terutama menjelang puncak haji di Armuzna,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah padatnya rangkaian ibadah, jemaah diharapkan saling menjaga satu sama lain. Kebersamaan, menurutnya, menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar dan penuh keberkahan.

“Sesama jemaah harus saling mengingatkan, saling peduli, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Di Tanah Suci, kita adalah keluarga,” tambahnya.

Sebagai pelaksana teknis Armuzna pada musim haji 2025, Dr. Bunyamin turut berbagi pengalaman lapangan yang sarat makna. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar jemaah sering kali bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga menjaga ketenangan batin di tengah jutaan manusia yang berkumpul dalam satu tujuan yang sama.

Di sisi lain, Founder Annur Maarif yang juga menjadi pembina KBIHU bagi jemaah Sidrap, Dr. Bunyamin, menyampaikan harapan tulusnya agar perjalanan ini menjadi ibadah terbaik sepanjang hidup para jemaah.

“Semoga ini menjadi perjalanan ibadah yang penuh makna dan menjadi titik balik kehidupan spiritual kita semua,” ucapnya.

Ia juga memastikan bahwa Tim Annur akan selalu hadir mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Dengan kemampuan bahasa Arab yang dimiliki, tim siap membantu komunikasi dengan petugas haji maupun pihak syarikah di Arab Saudi.

“Jangan ragu untuk berkomunikasi. Kami akan selalu ada di sekitar jemaah,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh kehangatan dalam balutan bahasa lokal yang akrab di hati jemaah.

“Salama ki lao lisu, saya juga akan bersama dengan jemaah semua pada jelang pelaksanaan puncak haji,” tutupnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perjalanan, tetapi menjadi awal dari perjalanan ruhani yang panjang—tentang harapan, ketulusan, dan kerinduan untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta. Di balik koper-koper yang dibawa, tersimpan doa-doa yang ingin dipanjatkan, dan di balik langkah kaki yang berangkat, ada hati yang berharap pulang dengan jiwa yang lebih bersih.

Continue Reading

Trending