Connect with us

Bahas Wakaf Produktif, Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kunjungi Abu Dhabi

Published

on

Kitasulsel—Abu Dhabi- Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (Purn) Dr. Syafruddin Kambo melakukan lawatan luar negeri terakhirnya di Abu Dhabi.

Di Dubai, Syafruddin bertemu dengan Mufti Dubai Syaikh Dr. Abdul Aziz Al-Haddad, membahas tentang kerjasama dakwah Islamiyah yang berhaluan wasatiyyah dan fatwa-fatwa keIslaman khususnya yang terkait dengan zakat dan wakaf, (27/2)

Di Abu Dhabi (28/2), Syafruddin bertemu dengan Rektor Universitas Muhammad bin Zaid Dr. Kholifah Ad-Dhoiry. Pertemuan membahas kerjasama percepatan pengembangan SDM Indonesia untuk menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Rektor menyambut baik program ASFA Foundation untuk mengirimkan kader-kader pesantren, lembaga pendidikan dan ormas Islam di Univ. Muhammad Zaid.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor akan mengundang Ketua ASFA Foundation dalam acara Konferensi Internasional (Forum Abu Dhabi) tentang perdamaian.

Haji Syafruddin juga bertemu dengan Kepala Keislaman dan Wakaf Abu Dhabi Dr. Umar Habtur Ad-Dar’i, pertemuan membahas terkait pengembangan wakaf produktif, keIslaman dan kerjasama dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI)

Haji Syafruddin berkunjung ke KBRI Abu Dhabi diterima langsung oleh Duta Besar Husin Bagis.

Kunjungan didampingi oleh Wasekjen MUI Pusat Dr. Ali Hasan Al-Bahar, Wakil Nadzir Wakaf ASFA/Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH. Anizar Masyhadi, MA., Pejabat Pensosbud KBRI Abu Dhabi Muhammad Sadri, Pengurus Yayasan ASFA Pangeran Arsyad, Lc.

ASFA Foundation melalui lembaga dibawahnya yaitu; Lazis dan Nadzir Wakaf Assalam Fil Alamin berkomitmen pada program-program pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, dakwah Islamiyah dan perdamaian.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending