Connect with us

Hadiri Dzikir Dan Doa Bersama Ana’Lorongta,Danny Pomanto:Titipkan Doa ta’Untuk Jagai Anak Ta’

Published

on

KITASULSEL—-MAKASSAR—-Program Jagai Anakta’ menjadi konsentrasi Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi.

Danny Pomanto bahkan secara khusus menitipkan doa Jagai Anakta’ pada acara Dzikir dan Doa Bersama yang diadakan Laskar Ana’ Lorongna Makassar, di Jalan Satando, Jumat (30/12/2022) malam.

Di hadapan seluruh jemaah, Danny Pomanto mengatakan begitu banyak masalah moral yang terjadi di masyarakat. Mulai pelecehan seksual, LGBT, penyalahgunaan narkoba, hingga seorang ibu tega menjual anaknya.

“Saya minta salah satu doa pada akhir tahun ini adalah jagai anakta. Kita bisa lihat bagaimana kerusakan moral dengan narkoba dan lain-lain. Lebih gila lagi ada fenomena baru anak yang membuang orang tuanya, dan itu hampir tiap hari,” kata Danny Pomanto.

Itu artinya, kata Danny Pomanto, kalau kita tidak menjaga anak kita mulai dari sekarang maka akan berdampak jika kita tua kelak. Sebab bukan hal yang tidak mungkin, jika kita tua nanti anak-anak juga tidak mau menjaga kita.

“Ini adalah hukum alam dan saya kira kalau anak-anak kita tidak terjaga justru akan menjadi malapetaka bagi kita, padahal anak ini adalah investasi amal jariyah kita,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Danny Pomanto juga meminta masyarakat tetap optimis namun tetap waspada dalam menyambut Tahun Baru 2023. Sebab pemerintah kota telah memiliki banyak program untuk menyongsong tahun baru yang lebih baik.

“Program Jagai Anakta itu sederhana sekali, tapi inilah intinya kalau kita ingin menjaga kota. Kalau kita jaga anak kita, itu sama dengan kita menjaga kota kita,” ujar Danny Pomanto.

Turut hadir dalam dzikir dan doa bersama Ketua Umum Laskar Ana’ Lorongna Makassar Abdul Wahab Tahir dan Ketua Partai Golkar Makassar Munafri Arifuddin.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Wujudkan Senyum Sehat Anak Lewat Program Healthier Smile Phase 8

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memperkuat kolaborasi strategis guna mewujudkan senyum sehat anak melalui program Healthier Smile Phase 8.

Sinergi ini melibatkan Save the Children (STC), Celosia Marennu Indonesia, serta Mars Snacking Foundation. Kegiatan kick off Phase 8 dirangkaikan dengan rapat pembentukan Working Group berlangsung di Aula Bapperida Luwu Timur, Malili, Rabu (29/04/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Program Healthier Smile ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah sangat krusial untuk memastikan standar kesehatan anak-anak sekolah terpenuhi secara merata,” ujarnya.

Ia berharap program ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan masif yang mampu mengubah perilaku hidup sehat anak secara berkelanjutan.

Sementara itu, Program Manager STC, Robert Nufninu, menjelaskan bahwa Phase 8 tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga memperkuat Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Melalui penguatan UKS, kita memastikan promosi kesehatan dilakukan secara intensif agar pola hidup sehat dapat diterapkan secara konsisten oleh para siswa,” jelasnya.

District Coordinator STC, Rina Zulwiyati, menambahkan bahwa cakupan sekolah dampingan terus meningkat. Dari 21 sekolah pada Phase 7, kini bertambah menjadi 25 sekolah pada Phase 8, terdiri dari 2 SLB, 2 madrasah, dan 21 SD negeri.

Program Healthier Smile sendiri merupakan gerakan berbasis sekolah yang mengintegrasikan promosi kesehatan gigi dan mulut dengan pendekatan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) serta edukasi pelestarian lingkungan bagi anak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kementerian Agama Luwu Timur, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta tim pelaksana dari STC dan Celosia.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Luwu Timur berharap mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.

Continue Reading

Trending