Connect with us

NEWS

Konsolidasi NasDem Sulsel II, Syaharuddin Alrif Tekankan Soliditas Kader dan Target Politik 2029

Published

on

KITASULSEL—PAREPARE — Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, menegaskan pentingnya menjaga soliditas, konsistensi, dan semangat perjuangan kader dalam menghadapi agenda politik ke depan, khususnya menuju Pemilu 2029.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi, silaturahmi, dan buka puasa bersama DPW Partai NasDem Sulsel Dapil II yang digelar di Kebun Raya Jompie, Rabu (18/3/2026).

Dalam arahannya, Syaharuddin menekankan bahwa kegiatan konsolidasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat barisan dan menyatukan visi seluruh kader di wilayah Dapil Sulsel II.

“Momentum seperti ini sangat penting untuk memperkuat konsolidasi, silaturahmi, serta kebersamaan kader. Kita ingin memastikan bahwa seluruh struktur partai tetap solid dan bergerak dalam satu komando,” tegasnya.

BACA JUGA  Jejak Ketekunan Arisandi, dari Jamaah Annur Menjadi Mitra dengan Capaian Jamaah Terbanyak 2025

Ia juga mengungkapkan bahwa capaian politik Partai NasDem di wilayah Dapil Sulsel II menjadi modal besar untuk menghadapi kontestasi politik mendatang. Dari sembilan daerah di wilayah tersebut, enam di antaranya berhasil dimenangkan oleh kader NasDem dalam Pilkada.

“Ini adalah modal penting menuju Pemilu 2029. Kita tidak hanya mempertahankan kemenangan, tetapi harus mampu meningkatkannya, baik dari sisi kursi legislatif maupun kepemimpinan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syaharuddin memberikan arahan tegas kepada seluruh kader agar berani tampil dan mengambil peran strategis, termasuk maju sebagai kepala daerah di masa depan. Ia menilai keberhasilan kader seperti Tasming Hamid menjadi bukti bahwa kader NasDem memiliki kapasitas untuk memimpin dan membawa perubahan di daerah.

BACA JUGA  Gantikan Risma: Jokowi Lantik Gus Ipul Jadi Mensos Hari ini

“Kader NasDem harus berani tampil. Kita punya contoh nyata bahwa kader mampu berkembang dari legislatif hingga menjadi kepala daerah. Ini harus menjadi motivasi bagi yang lain,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Partai NasDem dibangun atas dasar kerja keras dan komitmen bersama, sehingga seluruh kader diminta untuk menjaga konsistensi dan istiqamah dalam perjuangan politik.

“Partai ini dibangun dengan kerja keras seluruh kader. Karena itu, konsistensi dan istiqamah harus terus kita jaga untuk menghadapi pertarungan politik ke depan,” tegas Syaharuddin.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah, termasuk rencana pertemuan lanjutan di wilayah Luwu Raya dan kawasan Sorowako.

BACA JUGA  Karena Tunggakan Travel, Jamaah Umrah Asal Makassar Terancam Tidak Bisa Pulang

Menutup arahannya, Syaharuddin berharap kegiatan ini semakin memperkuat soliditas, kekompakan, serta struktur Partai NasDem di Sulawesi Selatan.

“Kita ingin pulang dari sini dengan semangat baru, membawa energi positif untuk membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Benteng Kupa FC Menang pada Laga Perdana Liga Mulia Ramadhan 2025 Kota Makassar

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  Karena Tunggakan Travel, Jamaah Umrah Asal Makassar Terancam Tidak Bisa Pulang
Continue Reading

Trending