Connect with us

NEWS

PoltekPOM Resmi Digagas: Sinergi BPOM dan Pendidikan Tinggi

Published

on

Kitasulsel–BANDUNG Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan kesehatan yang semakin kompleks, langkah bersejarah kembali diukir oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar M.Biomed , Ph.D, melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Ir. Brian Yuliarto, Ph.D., untuk membahas pendirian Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (PoltekPOM).

Pertemuan berlangsung hangat di Gedung Kampus Center ITB, Bandung, Sabtu (16/8/2025).

Lanjut Taruna, PoltekPOM hadir bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai investasi untuk kehidupan.

Melalui pendidikan vokasi khusus di bidang pengawasan obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya, PoltekPOM digagas untuk mencetak SDM tangguh, berintegritas, dan siap menjaga kesehatan masyarakat.

BACA JUGA  Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel Lepas 312 Jamaah Umrah Akbar JRW: Inovasi Annur Travel Jadi Inspirasi

“Pengawasan obat dan makanan bukan hanya soal regulasi, tapi soal nyawa manusia dan masa depan bangsa. Karena itu, SDM yang mumpuni dan berkarakter kuat adalah syarat mutlak,” ujar Taruna Ikrar dengan penuh ketegasan sekaligus kehangatan.

Dalam audiensi tersebut, Mendiktisaintek menyampaikan dukungan penuh terhadap gagasan besar ini. Menurutnya, dunia pendidikan harus hadir menjawab kebutuhan nyata bangsa.

Kehadiran PoltekPOM menjadi bukti bahwa sains dan teknologi berpadu dengan kemanusiaan, membentuk generasi baru pengawas obat dan makanan yang bukan hanya ahli, tapi juga peduli.

Pendirian PoltekPOM juga mendapat dukungan finansial dari Asian Development Bank (ADB) dengan alokasi Rp1,27 triliun, bagian dari total Rp5,92 triliun program “Bolstering Product Oversight and Market Regulation of Food and Drugs Project.”

BACA JUGA  Pemkot Makassar Pastikan tak Ada Kenaikan PBB Tahun ini

Dukungan ini akan memperkuat laboratorium, memperluas digitalisasi, serta memastikan pendidikan vokasi berjalan modern dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar institusi, PoltekPOM juga mengandung nilai kebangsaan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menghibahkan lahan seluas 10 hektar di Kabupaten Maros untuk menjadi pusat pendidikan vokasi ini.

Dari tanah Maros, harapan besar dipancarkan: lahirnya generasi pengawas obat dan makanan yang akan menjaga kedaulatan kesehatan Indonesia.

“PoltekPOM adalah persembahan untuk rakyat. Lulusan yang lahir dari sini akan menjadi penjaga garis depan, memastikan setiap obat, makanan, dan produk kesehatan yang dikonsumsi masyarakat adalah aman, bermutu, dan menyehatkan,” tambah Taruna Ikrar.

Pertemuan ini menegaskan sinergi antara BPOM dan Kemendiktisaintek, dua institusi yang berbeda namun berpadu dalam satu tujuan: melindungi rakyat, membangun bangsa.

BACA JUGA  Program Umrah Bagi Guru Pondok Pesantren As’adiyah Ramai Peminat,Dr H Bunyamin M Yapid,LC MH:Berkah Anregurutta

Dengan adanya PoltekPOM, Indonesia tidak hanya mencetak tenaga kerja siap pakai, tapi juga melahirkan penjaga kehidupan, insan-insan yang akan menyalakan api pengabdian di bidang pengawasan obat dan makanan.

Pertemuan di Bandung ini bukan sekadar agenda formal, tetapi sebuah momentum emosional sebuah langkah kecil dengan dampak besar untuk masa depan bangsa. Karena pada akhirnya, investasi terbaik adalah investasi untuk kehidupan manusia. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Pengamat: Syaharuddin Alrif adalah “Roh” NasDem Sulsel yang Sesungguhnya

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Konsolidasi perdana DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Syaharuddin Alrif  menuai perhatian kalangan akademisi dan pengamat politik. Salah satunya datang dari Pengamat Politik, Andi Fadli yang menilai Syahar sebagai “roh” NasDem Sulsel yang sesungguhnya.

Menurut Prof Andi Fadli, gaya kepemimpinan tanpa sekat menjadi nilai lebih yang menonjol dari sosok Syahar. Kedekatan personal dengan seluruh kader dinilai bukan sesuatu yang instan, melainkan lahir dari pengalaman panjangnya selama 13 tahun menjadi kader NasDem, melewati berbagai tingkatan struktur dan kepemimpinan DPW.

“Gaya kepemimpinan tanpa sekat menjadi kekuatan utama beliau. Kedekatan personal dengan kader itu bukan dibuat-buat, tapi karena pengalaman dan history panjangnya di partai,” ujar Andi Fadli.

BACA JUGA  Menteri Agama Nasaruddin Umar Kunjungi Ponpes As’adiya Wajo,Stafsus:Anregurutta Selalu Punya Waktu Untuk As’adiya

Ia menilai, suasana konsolidasi perdana NasDem Sulsel bersama Syahar menunjukkan energi baru dalam tubuh partai. Tidak tampak jarak antara ketua dan kader, bahkan komunikasi berlangsung cair dan dialogis.

“Mencermati konsolidasi perdana NasDem Sulsel bersama KK SAR, saya melihat bahwa roh NasDem Sulsel yang sebenarnya ada di beliau. Semua kader terlihat enjoy dan tanpa sekat dengan ketuanya. Apalagi gaya komunikasi dan dialognya dengan kader, jawabannya ‘daging’ semua. NasDem Sulsel bisa lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.

Andi Fadli menambahkan, pengalaman berpartai dan berorganisasi merupakan pondasi kuat bagi Syaharuddin Alrif dalam memimpin. Fondasi tersebut, menurutnya, menjadi faktor kunci dalam membangun soliditas internal sekaligus memperluas kepercayaan publik.

BACA JUGA  Tegas! Polisi Bakar Arena Perjudian Sabung Ayam di Kalola Wajo

“Jika pengalaman dan kapasitas kepemimpinan itu sudah dimiliki sebuah partai melalui sosok ketuanya, maka faktor pendukung lainnya akan datang dengan sendirinya. Kepercayaan khalayak akan tumbuh karena publik melihat kualitas pemimpinnya,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan kombinasi pengalaman panjang, komunikasi yang inklusif, serta soliditas kader, NasDem Sulsel berpeluang mencatatkan capaian yang lebih baik pada momentum politik mendatang.

Continue Reading

Trending