Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Peserta Selter Masuki Tahapan Penulisan Makalah, Wawancara, dan Rekam Jejak

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP Sebanyak 13 peserta seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II/b Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang memasuki tahapan penulisan makalah, wawancara, dan penilaian rekam jejak.

Kegiatan berlangsung di Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Makassar pada 25–26 Juli 2025.

Ketua Politeknik STIA LAN Makassar, Dr. Sulaeman Fattah, M.Si, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil melanjutkan ke tahapan ini. Ia berharap seluruh peserta tetap fokus mengikuti proses dengan baik.

“Kami bersama tim seleksi memastikan pelaksanaan seleksi berjalan objektif untuk menghasilkan pejabat yang berkualitas, menjaga nama baik institusi, dan mendukung kinerja pemerintahan,” ujarnya saat pembukaan acara, Jumat (25/7/2025).

BACA JUGA  Panen Perdana IP300 di Sidrap Tembus 7,5 Ton per Hektare, Bupati Syaharuddin: Bukti Kerja Keras Bersama

Hadir di kesempatan itu, Ketua DPRD Sidrap, H. Takyuddin Masse, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Andi Anis, Kepala Dinas Kominfo, H. Bachtiar, Inspektur Kabupaten, Mustari Kadir, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Andi Bustanil.

Turut hadir Kepala Bagian Organisasi, Erni, Kepala Bagian Hukum, Andi Kaimal serta sejumlah pejabat lainnya.

Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin, berharap seleksi ini dapat berjalan dengan lancar, transparan, dan objektif.

“Harapan kita pejabat yang terpilih benar-benar mampu bekerja profesional untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, para peserta sebelumnya telah menjalani tahapan CAT dan psikotes di Assessment Center UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Provinsi Sulawesi Selatan pertengahan Juli lalu.

BACA JUGA  Atensi Disalurkan, Disabilitas Sidrap Terima Kursi Roda dan Alat Bantu Dengar

Adapun jabatan yang akan diisi melalui selter ini yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

BACA JUGA  Diskominfo Sidrap Gelar Coaching Penginputan Data Satu Data Indonesia

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

BACA JUGA  Lebih dari Sekadar Bukber! Bupati Sidrap Turun Tangan Urus Santunan, BPJS Gratis, dan Sampah di Perbatasan

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending