Connect with us

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar dan PLN Bahas Percepatan Listrik di Wilayah Kepulauan

Published

on

KITASULSEL.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, duduk bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar, Edyansyah, dalam sebuah pertemuan strategis guna membahas percepatan penyediaan pasokan listrik di wilayah kepulauan yang masuk dalam administrasi Kota Makassar.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Kota Makassar pada Rabu (21/5/2025) tersebut, Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memperluas akses listrik, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

“Melalui koordinasi dengan PLN dan stakeholder lainnya, kita menyiapkan skema penanganan untuk menjawab persoalan kelistrikan yang dihadapi warga, khususnya di kepulauan,” ujar Munafri.

Ia mengungkapkan terdapat dua permasalahan utama yang dihadapi warga: pertama, ketidakmampuan warga untuk melakukan pemasangan listrik baru karena keterbatasan biaya; dan kedua, kesulitan warga yang telah memiliki sambungan listrik namun tak mampu membayar tagihan secara rutin. Kedua kelompok ini, lanjutnya, akan menjadi prioritas bantuan dari Pemkot Makassar.

BACA JUGA  Indira-Danny Khidmat Ikuti Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-79 RI di Rujab Gubernurnya

“Kami berusaha agar seluruh warga di pulau bisa menikmati listrik secara adil. Pasokan listrik adalah hak dasar dan itu harus kita usahakan bersama,” tegasnya.

Selain isu kelistrikan di kepulauan, Munafri juga menyinggung soal semrawutnya sambungan kabel di dalam kota. Ia mengatakan Pemkot Makassar tengah merancang program strategis berupa penerapan sistem berbagi kabel (damping sharing) melalui jalur bawah tanah.

“Prosedur teknis dan koordinasi antar lembaga terkait masih dalam proses pembahasan untuk memastikan jalur kabel ini dapat diterapkan secara aman dan efisien,” jelasnya.

Sementara itu, GM PT PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa pertemuan ini difokuskan pada penentuan skala prioritas pemasangan listrik di pulau-pulau yang masuk wilayah Kota Makassar.

BACA JUGA  Makassar Juara Umum I Harganas ke-31 Tingkat Sulsel, Danny Pomanto: Keluarga Inti Sebuah Kota

“Kami datang untuk membahas kelistrikan di kepulauan, terutama soal pasokan listrik baru. Kami minta skala prioritas dari Pemkot Makassar agar program berjalan efektif,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu program inisiatif PLN yang telah berjalan adalah pemasangan Super Sun di Pulau Barrang Caddi. Super Sun merupakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) individual, di mana setiap rumah dilengkapi perangkat PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik mandiri.

“Dengan Super Sun, percepatan elektrifikasi bisa tercapai. Warga langsung mendapatkan pasokan listrik berbasis energi terbarukan,” tuturnya.

PLN pun berharap dukungan aktif dari Pemkot Makassar dalam hal pembiayaan penyambungan serta pengembangan infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan.

BACA JUGA  Hadiri Perayaan Cap Go Meh di Akhir Masa Jabatan, Danny Pomanto: Momentum Jaga Solidaritas dan Keberagaman Budaya

“PLN siap mempercepat pemasangan, sementara dukungan kebijakan dan penentuan lokasi menjadi tanggung jawab Pemkot,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, PLN bersama Pemkot Makassar akan melakukan peninjauan lapangan ke beberapa lokasi. Harapannya, sinergi ini segera menghadirkan akses listrik bagi masyarakat kepulauan yang selama ini belum terjangkau secara menyeluruh.

“Kami berharap kolaborasi ini segera memberikan manfaat nyata bagi warga kepulauan,” tutup Edyansyah. (*)

Pemkot Makassar

Wakil Wali Kota Makassar Dukung Penuh Pembangunan Masjid Al-Hafidz

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Hafidz yang digagas oleh Alumni Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Jumat (29/08/2025).

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas inisiatif para alumni yang tidak hanya berkiprah di bidang keilmuan, tetapi juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pembangunan spiritual dan sosial masyarakat.

“Masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, serta penguatan nilai kebersamaan di lingkungan kita,” ujarnya.

Aliyah Mustika Ilham menegaskan, Pemerintah Kota Makassar sangat mendukung penuh pembangunan Masjid Al-Hafidz.

Menurutnya, kehadiran masjid tersebut sejalan dengan visi menjadikan Makassar sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berlandaskan pada nilai religius, sosial, dan budaya.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Gandeng Ombudsman Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai harapan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Unhas sekaligus Wali Kota Makassar periode 2004–2014, Ilham Arief Sirajuddin, Dekan Fakultas Pertanian Unhas, Prof. Dr. Ir. Rismaneswati, S.P., M.P, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unhas, Prof. Dr. Ir. Salengke, M.Sc, Ketua IKA Fakultas Pertanian dan Kehutanan 86, Ir. Andi Malombassang, serta para dekan Fakultas Pertanian pada masanya.

Hadir pula Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemkot Makassar, Irwan Rusfiady Adnan, Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Farid Badaruddin, beserta jajaran panitia pembangunan, Camat Biringkanaya, Juliaman, Ketua Yayasan Sinergi Agro 86, Ahmar Sutansi HR, Lurah Katimbang, serta sejumlah tokoh masyarakat dan para tamu undangan lainnya. (*)

BACA JUGA  Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Trend Hijab Expo Ramadan 2025, Dukung UMKM dan Fashion Muslimah
Continue Reading

Trending

Copyright © 2024 Kitasulsel