Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Safari Ramadhan Spesial, Bupati Irwan Dapat Pelukan Hangat dari Warga Wasuponda

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur pada hari kesepuluh dipusatkan di halaman Masjid Istiqamah, Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Selasa (18/03/2025).

Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, karena Wasuponda merupakan tanah kelahirannya.

Suasana haru dan kebanggaan terpancar dari wajah masyarakat setempat saat menyambut kedatangan orang nomor satu di Luwu Timur ini.

Sorak-sorai dan antusiasme warga terlihat begitu tinggi, bahkan banyak yang tak puas hanya bersalaman, melainkan ingin memeluk langsung Bupati sebagai bentuk kecintaan dan kebanggaan terhadap putra daerah mereka.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengenang masa kecilnya di Wasuponda, tempat ia tumbuh dan menempuh perjalanan hidup hingga akhirnya dipercaya memimpin Luwu Timur.

BACA JUGA  Pimpin Upacara HKN, Sekda Lutim Ingatkan Pegawai Disiplin Waktu

“Saya kembali ke Wasuponda ini untuk bernostalgia, karena ini adalah kampung halaman saya. Di sini saya lahir, besar, dan menjadi seperti sekarang ini. Alhamdulillah, banyak kenangan yang tak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya dengan penuh emosional.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa, salah satu motivasi besar dalam kepemimpinannya adalah menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa.

“Dulu saya pernah mengalami kesulitan dalam pendidikan. Saya sudah berniat dalam hati, jika suatu saat saya menjadi pemimpin di Luwu Timur, saya ingin mengabdikan diri sepenuhnya kepada masyarakat. Saya ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak Luwu Timur yang mengalami kesulitan seperti yang saya rasakan dahulu,” pungkas Bupati Irwan.

BACA JUGA  Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Safari Ramadhan ke-5, Pemkab Lutim Tebar Kebaikan

Program beasiswa yang digagas oleh Bupati Irwan dan Wabup Puspawati mengalami peningkatan. Dari awalnya Rp 4 juta per mahasiswa per tahun, kini telah dinaikkan menjadi Rp 6 juta.

Ia pun berharap, pada tahun ajaran baru nanti, beasiswa ini dapat berjalan lancar dan membantu banyak mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.

Acara Safari Ramadhan ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda Luwu Timur, Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Sekda Luwu Timur beserta jajaran pejabat Pemda, Camat Wasuponda, Ketua TP PKK Wasuponda, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Haeril Anwar, diikuti dengan buka puasa bersama, salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah.

BACA JUGA  Jelang HUT ke-80 RI, Pemkab Lutim Bahas Rencana Teknis Upacara

Momen Safari Ramadhan ke-10 ini benar-benar menjadi kenangan spesial, bukan hanya bagi Bupati Irwan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Wasuponda yang merasa bangga akan putra daerah mereka yang kini memimpin Luwu Timur. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pj Sekda Luwu Timur Pimpin Rapat Kajian Sengketa Lahan Hak Ulayat dan Pertambangan Bersama UI dan Universitas Kobe Jepang

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Ramadhan Pirade, mewakili Bupati Luwu Timur, memimpin rapat kajian solusi sengketa lahan terkait Hak Ulayat dan Hak Pertambangan bersama Tim Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI) dan The Kobe University Center for Social Systems Innovation (KUSSI) Jepang.

Kegiatan tersebut bertujuan mengidentifikasi hak-hak tradisional masyarakat melalui Peraturan Daerah (Perda) Masyarakat Hukum Adat (MHA) di wilayah Luwu Timur. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Lutim, Senin (26/1/2026).

Pada kesempatan ini, Pj Sekda Lutim didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, serta tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Yuka Kaneko, Prof. Dr. Kosuke Mizuno, dan penerjemah Dianto Bachriadi.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Gedung Pemuda, Soroti Finishing yang Kurang Rapi

Dalam arahannya, Dr. Ramadhan Pirade menegaskan bahwa Perda Kabupaten Luwu Timur Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat merupakan payung hukum utama dalam penyelesaian persoalan tersebut.

“Perda ini menjadi landasan untuk mengakui, melindungi, serta memberdayakan MHA di Bumi Batara Guru, dan secara khusus bertujuan mengidentifikasi hak tradisional, wilayah, serta sumber daya alam masyarakat adat,” terang Pj Sekda Lutim.

Sementara itu, Prof. Dr. Yuka Kaneko, melalui penerjemah Dianto Bachriadi, menyampaikan bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang mempertanyakan kejelasan implementasi Perda tersebut di lapangan.

“Hal ini krusial karena terdapat wilayah-wilayah suci, sakral, dan situs budaya yang dapat dilindungi melalui pengakuan MHA,” jelasnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Ikuti Rakor Virtual Penandatanganan Nota Kesepahaman Terkait Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kominfo-SP Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, turut menjelaskan syarat penetapan kelompok adat sebagai Masyarakat Hukum Adat. Pemerintah daerah, kata dia, memberikan kesempatan bagi anak suku untuk melengkapi lima dokumen utama, yakni:

Peta wilayah adat yang dijaga dan tidak dieksploitasi

Dokumen kelembagaan

Wilayah dengan hukum adat yang masih berlaku

Sejarah yang berbeda antar anak suku

Harta benda, baik berwujud (tangible) maupun tidak berwujud (intangible)

Di akhir rapat, dilakukan sesi pemberian plakat dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kepada tim SPPB-UI dan KUSSI Jepang sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan kontribusi akademik. Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Kepala OPD, Camat, serta PT. Vale Indonesia.

BACA JUGA  Safari Ramadhan Hari Kedelapan, Bupati Lutim Ajak Kepala Desa Aktif Shalat Berjamaah

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap hasil rapat dan penelitian ini tidak hanya menjadi dokumen akademik semata, tetapi dapat menjadi referensi diskusi dan kajian di lingkungan universitas, sekaligus memperkuat eksistensi dan perlindungan hukum adat di Luwu Timur.

Continue Reading

Trending