Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Safari Ramadan di Watang Pulu, Syaharuddin Alrif: Saya Mau Sidrap Jadi Kabupaten Unggulan

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP Memasuki hari ke-14 Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sidrap menggelar Safari Ramadan di BTN Wesabbe, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Jumat (14/3/2025).

Acara buka puasa dan silaturahmi bersama masyarakat berlangsung di kediaman Ketua IOF Sidrap, Andi Nirwan Ranggong, yang juga Ketua Pemuda Pancasila Sidrap.

Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengapresiasi tuan rumah serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Safari Ramadan.

Ia selanjutnya menegaskan komitmennya untuk membangun Sidrap menjadi kabupaten unggulan di berbagai sektor.

Syaharuddin menargetkan Sidrap menjadi daerah unggulan di lima bidang utama. Pertama lumbung penghafal Al-Qur’an terbesar di Indonesia, kedua lumbung ulama terbesar di Indonesia.

Selanjutnya lumbung beras nasional, lumbung telur nasional, serta Lumbung energi terbarukan di Indonesia.

BACA JUGA  Wakil Bupati Sidrap Terima Audiensi HIMAP FISIP UMS Rappang, Dukung Kegiatan Pengembangan Minat dan Bakat Pelajar

“Jika masyarakat mendukung dan mendoakan, Insya Allah kita bisa mencapainya,” imbuhnya.

Terkait pemerintahan, Syaharuddin menyebut bahwa dirinya sedang memproses mutasi pejabat agar dapat menyesuaikan dengan pola kerja yang diharapkannya.

“Saya butuh tim yang bergerak cepat, total, tuntas, dan bisa membawa Sidrap ke level tertinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nurkanaah menyampaikan bahwa program BPJS gratis yang dicanangkan pemerintah telah berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, 85 persen masyarakat sudah bisa mengaktifkan BPJS-nya. Jika ada yang belum aktif dan membutuhkan layanan kesehatan, prosesnya bisa selesai dalam hitungan jam,” jelasnya.

Ia menegaskan, tujuan utama program ini bukan sekadar memberikan layanan gratis, tetapi memastikan masyarakat Sidrap terlindungi tanpa harus khawatir dengan biaya kesehatan.

BACA JUGA  Tidak Pandang Bulu,Bupati SAR: Siapapun yang Merusak Citra Kabupaten Sidrap Akan Saya Tindak

Selain itu, sektor pertanian menjadi perhatian utama. Dengan 70 persen masyarakat Sidrap bergerak di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, pemerintah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana di sektor ini.

“Kami sudah bekerja sama dengan PLN untuk program listrik masuk desa. Insya Allah, bantuan akan terus kami dorong agar kesejahteraan petani meningkat,” ungkapnya.

Sebagai tuan rumah, Andi Nirwan Ranggong menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati, Wabup, serta seluruh undangan. Ia juga menginformasikan bahwa komunitas di Batu Lappa aktif dalam program tahfiz Al-Qur’an.

“Kami memiliki 60 santri tahfiz yang belajar di tempat yang telah diwakafkan orang tua kami. Beberapa santri juga tinggal di BTN Waesabbe yang telah kami siapkan sebagai asrama,” jelasnya.

BACA JUGA  BNNK Sidrap Segera Dibentuk, Bupati Syaharuddin Dukung Penuh

Acara ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, mempererat sinergi dalam membangun Sidrap yang lebih maju.

Turut hadir Kajari Sidrap Sutikno, Danramil Watang Pulu Letda Infanteri Kasruddin, serta perwakilan Kapolres Sidrap, Iptu Ahmat Tangko.

Penjabat Sekda Andi Rahmat Saleh, para asisten daerah, kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, serta tokoh agama dan masyarakat juga hadir dalam acara tersebut. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Kejar UHC 100%, BPJS Kesehatan: Kami Dukung Penuh

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

BACA JUGA  Tangis Haru Bupati Sidrap Lepas Kepergian Alm Andi Oddang:Kita Kehilangan Orang Baik Yang Dicintai Warganya

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending