Kementrian Agama RI
Stafsus Menag Jalankan Arahan Menag RI,Jamaah Haji Tersenyum
Kitasulsel—JEDDAH – Dalam upaya memastikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia, Staf Khusus/Tenaga Ahli Bidang Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Dr. H. Bunyamin Yafid, bersama Tim Layanan Umum Kemenag RI melakukan kunjungan langsung ke Jeddah.
Rombongan diterima langsung oleh Konsul Haji, Ustaz Nasrullah, di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau persiapan layanan Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Masyair) agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar.
“Tim layanan umum ini memiliki tugas khusus memastikan layanan di Arafah, Mina, dan Muzdalifah berjalan dengan baik, sehingga jamaah haji bisa beribadah dengan nyaman,” ujar Dr. Bunyamin Yafid.
Beliau menegaskan bahwa sesuai arahan “Gurutta” Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar pelayanan terbaik harus diberikan demi membuat jamaah haji tersenyum.
“Layanan yang baik, baik dari segi ibadah maupun sarana, adalah kunci utama untuk kenyamanan jamaah,” tambahnya.
Dr. Bunyamin Yafid juga memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
“Mereka bekerja siang dan malam demi memastikan semua berjalan sesuai rencana. Kita doakan semoga seluruh tim diberikan kesehatan, kekuatan, dan pertolongan dari Allah SWT agar dapat memberikan layanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia,” tutupnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya nyata Kemenag RI dalam memastikan seluruh rangkaian ibadah haji berjalan optimal, dengan mengedepankan kenyamanan dan kebahagiaan jamaah haji. (*)
Kementrian Agama RI
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Lingkungan Hidup Bagian dari Tanggung Jawab Keagamaan
Kitasulsel–Kairo–Mesir Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.
“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, Selasa (20 Januari 2026).
Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam terkait amanah menjaga alam semesta. Ia menekankan bahwa relasi antara manusia dan lingkungan harus didasarkan pada nilai moral dan spiritual.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan,” lanjutnya.
Menag juga menyoroti pentingnya pendekatan etis dan nurani dalam mengelola kemajuan peradaban. Menurutnya, tantangan global saat ini tidak cukup dijawab dengan kecerdasan dan teknologi semata.
“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan serta menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama RI, Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI di Kairo, serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari ulama, dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.
Di sela-sela kegiatan, Menag Nasaruddin Umar juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille terbitan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Salama Gomaa Dawud, sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas dalam pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud dalam sambutannya menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, melainkan kewajiban setiap individu, karena dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh umat manusia,” ungkapnya.
-
Nasional7 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login