NEWS
Tamsil Linrung Serukan Soliditas Dukung Visi Presiden Prabowo Pada Mukernas Wahdah Islamiyah
Kitasulsel–Makassar Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyampaikan pidato inspiratif dalam acara pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wahdah Islamiyah yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Makassar, Kamis (5/12/2024).
Kegiatan yang mengusung tema: “Mengokohkan Soliditas dan Kolaborasi Mewujudkan Indonesia Maju dan Berkah” ini akan berlangsung pada 5-8 Desember 2024 dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional.
Dalam pidatonya, Tamsil menekankan pentingnya peran strategis organisasi Islam dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan moralitas dan nilai-nilai agama.
“Tema ini sangat relevan dengan konteks bangsa kita hari ini. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mengambil peran strategis dalam menyukseskan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Khususnya di bidang pembangunan sumber daya manusia dan karakter bangsa,” ujar Tamsil.
Mengutip pidato Presiden RI Prabowo Subianto, Tamsil menyampaikan bahwa bangsa Indonesia tidak hanya besar dari segi wilayah dan penduduk, tetapi juga besar dalam moralitas, akhlak, dan semangat persatuan.
“Pemimpin-pemimpin kita harus memiliki akhlak kesetiaan, bukan yang mudah berubah. Integritas dan konsistensi moral adalah kualitas esensial dalam membangun kekuatan bangsa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Senator dapil Sulsel itu juga menyampaikan peran strategis Wahdah Islamiyah. Tamsil menyebut ada tiga ruang kontribusi besar yang dapat diperankan oleh Wahdah Islamiyah: Pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ia juga menyampaikan ketiga gerakan ini telah dilakukan oleh Wahdah Islamiyah, namun diperlukan transformasi gerakan yang lebih inovatif, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan zaman.
“Wahdah Islamiyah harus menjadi pelopor dalam mendukung pendidikan yang membentuk karakter bangsa. Selain itu, dakwah yang modern dan relevan dengan era digital akan menjadi medium transformasi sosial yang kuat,” Ucap Tamsil.
Anggota DPR RI tiga periode itu juga mengajak Wahdah Islamiyah untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan agenda nasional, termasuk dalam mendukung visi Presiden Prabowo di bidang pembangunan manusia dan karakter bangsa.
“Indonesia tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan jiwa yang diberkahi moralitas tinggi.
Umat Islam harus berani menjadi pionir dalam agenda kebangsaan. Soliditas dan kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk menjawab berbagai tantangan yang ada,” tegasnya.
Tamsil menutup pidatonya dengan seruan agar seluruh elemen bangsa, khususnya organisasi Islam, menjadikan kerja-kerja organisasi sebagai ladang amal untuk memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.
Ia pun mengapresiasi dan percaya bahwa Wahdah Islamiyah, dengan jaringan nasionalnya, mampu menciptakan program strategis yang mendukung visi Indonesia sebagai bangsa yang maju dan diberkahi.
“Saya percaya, Wahdah Islamiyah dapat menyusun formula program strategis yang menopang Indonesia menjadi bangsa yang dibangun jiwanya dengan moralitas tinggi.
Melalui kerja keras, doa, dan kesungguhan, insya Allah, kita mampu mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan diridhai oleh Allah SWT,” pungkas Tamsil. (*)
NEWS
Eky Bone Finalis 3 Besar KDI MNCTV Gugur di Audisi DA8 Indosiar Makassar, Ini Penjelasannya
KITASULSEL—MAKASSAR—Kejutan terjadi dalam gelaran audisi offline Dangdut Academy 8 (DA8) yang diselenggarakan oleh Indosiar di Kota Makassar, Minggu (26/04/2026). Eky, penyanyi dangdut asal Bone yang sebelumnya berhasil menembus tiga besar ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI) di MNCTV, harus menerima kenyataan pahit setelah dinyatakan tidak lolos ke tahap berikutnya dalam audisi DA8.
Keputusan ini sontak menjadi perbincangan di kalangan pecinta dangdut, mengingat rekam jejak Eky yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, pihak juri memiliki pertimbangan tersendiri yang menjadi dasar penilaian dalam ajang pencarian bakat yang berbeda karakter ini.
Perbedaan Kriteria Penilaian MNCTV dan Indosiar
Meski sama-sama mengusung genre dangdut, KDI di MNCTV dan DA8 di Indosiar memiliki pendekatan penilaian yang cukup berbeda. KDI cenderung menitikberatkan pada kualitas vokal murni, teknik bernyanyi, serta kemampuan peserta dalam membawakan lagu secara klasik dan pakem.
Sementara itu, DA8 Indosiar mengusung konsep yang lebih kompleks dan menyeluruh. Tidak hanya vokal, tetapi juga mencakup aspek karakter panggung, storytelling dalam bernyanyi, ekspresi, hingga daya tarik visual peserta di atas panggung. Indosiar dikenal lebih selektif dalam mencari “paket lengkap” yang tidak hanya mampu bernyanyi, tetapi juga memiliki magnet kuat untuk industri hiburan.
Dalam konteks ini, kegagalan Eky bukan semata soal kualitas, melainkan lebih pada kesesuaian dengan kebutuhan konsep DA8 yang mengedepankan diferensiasi karakter dan potensi komersial.
Ribuan Peserta, Persaingan Ketat
Audisi DA8 di Sulawesi Selatan digelar di dua titik utama, yakni Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Kota Makassar. Ribuan peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap dunia tarik suara dangdut.
Dari hasil seleksi ketat tersebut, sebanyak 42 peserta dinyatakan lolos, yang merupakan gabungan dari audisi Sidrap dan Makassar. Mereka dinilai memiliki kualitas dan potensi untuk bersaing di level nasional.
Kehadiran Juri dan Bintang Tamu
Audisi di Makassar semakin semarak dengan kehadiran Selfi Yamma sebagai juri, yang memberikan penilaian sekaligus motivasi kepada para peserta. Sementara itu, Andi Syakirah tampil sebagai bintang tamu yang turut menghibur sekaligus menyemangati para peserta audisi.
Indosiar dan Standar Tinggi Ajang Dangdut
Selama ini, Indosiar dikenal memiliki rating tinggi dalam program pencarian bakat dangdut. Hal ini tidak terlepas dari kualitas peserta yang dipilih melalui proses seleksi ketat dan berlapis. Ajang seperti Dangdut Academy telah melahirkan banyak bintang baru dengan karakter kuat dan daya saing tinggi di industri musik tanah air.
Indosiar dinilai cermat dalam melihat potensi tersembunyi dari para peserta. Tidak jarang, kontestan yang belum terlalu dikenal justru mampu bersinar karena memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri yang sesuai dengan konsep acara.
Pelajaran dari Kegagalan
Kegagalan Eky di audisi DA8 menjadi bukti bahwa setiap ajang memiliki standar dan kebutuhan yang berbeda. Prestasi di satu panggung tidak selalu menjamin keberhasilan di panggung lainnya. Namun demikian, pengalaman dan jam terbang yang dimiliki Eky tetap menjadi modal berharga untuk terus berkembang di industri musik dangdut.
Ajang seperti DA8 bukan hanya soal siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling siap, paling sesuai, dan paling mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda di hadapan jutaan penonton.
-
Nasional10 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login