Connect with us

Lagu Daerah Makassar Ashari Sitaba Temani Malam Minggu Pengunjung F8

Published

on

Kitasulsel–Makassar Panggung Utama Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya di malam keempat, Sabtu (27/7).

Salah satu penampilan yang memikat hati penonton ketika Ashari Sitaba muncul di Panggung F8 Makassar menyanyikan tiga tembang daerah miliknya.

Diiringi Home Project Band, penyanyi pop Makassar Ashari Sitaba mampu membuat penonton ikut bernyanyi. Single Rannu di awal penampilan sukses memecah keriuhan penonton.

Disela-sela penampilannya, Ashari Sitaba juga mengucapkan terima kasih karena musisi lokal diberi ruang memperkenalkan lagu daerah Makassar di panggung sebesar F8 Makassar.

Event tahunan di Makassar yang banyak dihadiri wisatawan lokal dan mancanegara setiap harinya. Juga delegasi negara-negara sahabat. Seperti, Australia, Singapura, India, Filipina, hingga Jerman.

“Terima kasih juga untuk antusiasme malam hari ini,” ucap Ashari, disusul menyanyikan satu tembang berjudul Tallasakku.

Lagu Tallasakku ciptaan Enal Gassing yang dibawakan Ashari Sitaba bercerita tentang kehidupan pejuang keluarga dalam mengais rejeki.

“Semoga kita semua diberikan kelancaran dalam mencari rejeki,” tuturnya.

Aksi panggung penyanyi lagu-lagu daerah Ashari Sitaba ditutup dengan tembang Tea Tonja Nipakamma. Lagu yang cocok buat mereka yang sering disakiti pasangannya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Hadiri Musyawarah Adat Padoe, Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya

Published

on

Kitasulsel–LuwuTimur Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Musyawarah Adat Budaya Suku Padoe yang digelar di Rumah Adat Padoe, Kecamatan Wasuponda, Jumat (27/03/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Lembaga Adat Padoe atas terselenggaranya kegiatan musyawarah yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Ia menilai, musyawarah adat tersebut memiliki peran penting dalam memberikan dampak positif, tidak hanya bagi masyarakat Padoe, tetapi juga bagi masyarakat Luwu Timur secara keseluruhan.

“Sebagai pemerintah daerah, kami berharap kegiatan ini benar-benar membawa manfaat yang baik. Karena kita di Luwu Timur tidak bisa dipisahkan dari adat,” ujarnya.

Menurut Irwan, keberadaan adat dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat serta menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung setiap hasil dan rencana yang dihasilkan dari musyawarah adat tersebut.

“Kami siap mendukung apa yang menjadi harapan dan perencanaan adat Padoe, karena saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Padoe,” tegasnya.

Ia juga berharap, musyawarah besar ini mampu melahirkan keputusan terbaik yang dapat menjadi rujukan bersama, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Perbedaan itu hal yang biasa, namun dinamika harus kita jadikan sebagai berkah, bukan permasalahan,” tandas Bupati Irwan.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Continue Reading

Trending