Connect with us

1.387 Botol Minuman Keras Dimusnakan Ditsamapta Polda Sulsel

Published

on

Kitasulsel–Makassar Sebanyak 1.387 botol minuman keras (Miras) dimusnahkan oleh Ditsamapta Polda Sulsel dengan memecahkan botol Miras kedalam lubang.

Pemusnahan seribu botol Miras tersebut dilangsungkan di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis kemerdekaan KM 16 Makassar, Rabu (17/7/2024).

Dalam kegiatan ini dipimpin oleh Dirsamapta Polda Sulsel Kombespol Setiadi Sulaksono S.I.K,M,H. dan turut hadir PJU Ditsamapta Polda Sulsel.

Miras yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil tangkapan Kepolisian di Kota Makasaar Sulawesi Selatan.

Adapun jumlah barang bukti yang berhasil disita oleh Ditsamapta Polda Sulsel adalah miras pabrikan berjumlah 1.387 Botol.

Dirsamapta Polda Sulse Kombespol Setiadi Sulaksono S.I.K,M.H. berharap kepada masyarakat agar tidak segan-segan melaporkan kepada aparat Kepolisian jika disekitarnya ditemukan masyarakat yang mabuk mabukan, penjual Miras ilegal, dan produsen Miras ilegal.

Kegiatan inipun merupakan langkah awal untuk menjaga situasi Kamtibmas di Sulawesi Selatan. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Hadiri Musyawarah Adat Padoe, Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya

Published

on

Kitasulsel–LuwuTimur Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Musyawarah Adat Budaya Suku Padoe yang digelar di Rumah Adat Padoe, Kecamatan Wasuponda, Jumat (27/03/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Lembaga Adat Padoe atas terselenggaranya kegiatan musyawarah yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Ia menilai, musyawarah adat tersebut memiliki peran penting dalam memberikan dampak positif, tidak hanya bagi masyarakat Padoe, tetapi juga bagi masyarakat Luwu Timur secara keseluruhan.

“Sebagai pemerintah daerah, kami berharap kegiatan ini benar-benar membawa manfaat yang baik. Karena kita di Luwu Timur tidak bisa dipisahkan dari adat,” ujarnya.

Menurut Irwan, keberadaan adat dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat serta menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung setiap hasil dan rencana yang dihasilkan dari musyawarah adat tersebut.

“Kami siap mendukung apa yang menjadi harapan dan perencanaan adat Padoe, karena saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Padoe,” tegasnya.

Ia juga berharap, musyawarah besar ini mampu melahirkan keputusan terbaik yang dapat menjadi rujukan bersama, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Perbedaan itu hal yang biasa, namun dinamika harus kita jadikan sebagai berkah, bukan permasalahan,” tandas Bupati Irwan.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Continue Reading

Trending