Connect with us

1500 Remaja Masjid Ikut Pelatihan Pengelolaan, Kesra : Mampu Memakmurkan Masjid

Published

on

Kitasulsel–Makassar Ada 1500 remaja Masjid di Kota Makassar berkumpul. Mereka mengikuti pelatihan remaja masjid yang di gelar Kesra Kota Makassar.

Dua pengurus masjid terbaik di Indonesia didatangkan pada pelatihan ini. Pertama Real Masjid daro Yogjakarta dan Masjid Raya Al Falah Sragen, Jawa Tengah.

Kabag Kesra Kota Makassar Mohammad Syarief menjelaskan remaja masjid ini perlu di latih dalam hal pengelolaan. Ini mengingat beberapa masjid di nilai tak aktif.

“Pengelolaan masjid, membangkitkan semangat remaja masjid, upaya kita aktifkan kembali remaja masjid dengan berkegiatan,” kata Kabag Kesra Kota Makassar Mohammad Syarief dalam keterangannya, Sabtu (13/7/2024).

Syarief menjelaskan remaja masjidharus mampu berkolaborasi dengan pengurus masjid. Kolaborasi ini khususnya dalam hal memakmurkan masjid.

“Ekonomi keummatan bisa berjalan dan tidak tergantung dengan isi celengan yang ada di masjid,” paparnya.

1500 remaja masjid ini mengikuti pelatihan selama 8 hari di MGH Hotel Makassar. Para peserta di bagi 4 gugus kelompok untuk memantapkan materi yang ia terima. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Hadiri Musyawarah Adat Padoe, Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya

Published

on

Kitasulsel–LuwuTimur Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Musyawarah Adat Budaya Suku Padoe yang digelar di Rumah Adat Padoe, Kecamatan Wasuponda, Jumat (27/03/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Lembaga Adat Padoe atas terselenggaranya kegiatan musyawarah yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Ia menilai, musyawarah adat tersebut memiliki peran penting dalam memberikan dampak positif, tidak hanya bagi masyarakat Padoe, tetapi juga bagi masyarakat Luwu Timur secara keseluruhan.

“Sebagai pemerintah daerah, kami berharap kegiatan ini benar-benar membawa manfaat yang baik. Karena kita di Luwu Timur tidak bisa dipisahkan dari adat,” ujarnya.

Menurut Irwan, keberadaan adat dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat serta menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung setiap hasil dan rencana yang dihasilkan dari musyawarah adat tersebut.

“Kami siap mendukung apa yang menjadi harapan dan perencanaan adat Padoe, karena saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Padoe,” tegasnya.

Ia juga berharap, musyawarah besar ini mampu melahirkan keputusan terbaik yang dapat menjadi rujukan bersama, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Perbedaan itu hal yang biasa, namun dinamika harus kita jadikan sebagai berkah, bukan permasalahan,” tandas Bupati Irwan.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Continue Reading

Trending