Connect with us

DP2 Makassar Gencar Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Published

on

Kitasulsel–Makassar Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar meningkatkan upaya pemeriksaan hewan kurban sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

Pemeriksaan ini mencakup pengecekan ante mortem (fisik hewan sebelum penyembelihan) hingga post-mortem (pemeriksaan setelah penyembelihan) guna memastikan kualitas dan kesehatan hewan kurban.

Kepala DP2 Kota Makassar, Evy Aprialti, menyatakan bahwa beberapa bulan terakhir, pihaknya telah memaksimalkan sosialisasi kepada pengurus masjid, BUMN, dan kelompok masyarakat yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban.

“Kami telah melakukan berbagai upaya edukasi untuk memastikan bahwa proses kurban dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Evi.

Selanjutnya, kata Evy, sejak Senin, (10/6/2024) DP2 Kota Makassar telah melaksanakan pemeriksaan ante mortem untuk memastikan bahwa hewan yang akan dikurbankan memenuhi syarat kesehatan dan fisik yang layak.

“Pemeriksaan ante mortem yang teliti dapat mencegah penyembelihan hewan yang mungkin mengandung penyakit atau cacat yang dapat membahayakan kesehatan manusia,” ucapnya.

Ia menyebutkan dalam empat hari pemeriksaan ante mortem terakhir, DP2 Kota Makassar telah memeriksa 3.596 ekor hewan kurban. Dari jumlah tersebut, 2.986 ekor dinyatakan layak untuk dikurbankan, sedangkan 610 ekor tidak layak karena usia yang belum mencukupi atau memiliki cacat fisik.

“Kebanyakan hewan yang tidak layak adalah yang belum mencapai usia dua tahun sesuai syariat Islam, atau memiliki cacat fisik seperti mata katarak dan telinga robek dan lainnnya. Ketidaklayakan hewan tersebut bukan berarti hewan tersebut menderita penyakit yang dapat ditularkan kepada manusia.” ujarnya.

Lanjutnya, setelah diperiksa, hewan tersebut diberi kartu kontrol pemeriksaan untuk pengawasan pasca-pemotongan. Selain itu, untuk memberi keyakinan kepada masyarakat bahwa hewan telah lulus pemeriksaan sebelum penyembelihan.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari 100 orang pemeriksa kesehatan, termasuk dokter hewan dari DP2 Kota Makassar dan mahasiswa kedokteran hewan. Mereka turun langsung ke setiap kecamatan untuk memastikan pemeriksaan dilakukan dengan teliti dan menyeluruh.

Selain itu, Kata Evi, DP2 Kota Makassar juga telah berjaga di titik-titik perbatasan Kota Makassar untuk melakukan pengawasan lalu lintas ternak, khususnya terkait distribusi hewan kurban jelang Lebaran Idul Adha ini.

Tidak hanya pemeriksaan ante mortem, Evi mengatakan DP2 Kota Makassar juga akan melakukan pemeriksaan post-mortem pada hari raya Idul Adha hingga selesainya pemotongan seluruh hewan kurban di Kota Makassar.

“Post-mortem dilakukan untuk memastikan bahwa proses penyembelihan telah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prinsip-prinsip kebersihan dan kesehatan,” katanya.

Lanjutnya, pemeriksaan post-mortem juga bertujuan untuk mengidentifikasi adanya penyakit yang mungkin tidak terdeteksi pada pemeriksaan fisik sebelum penyembelihan. Hal ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

“Dengan adanya pemeriksaan ante mortem dan post-mortem yang ketat ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman, sehat, utuh dan halal kepada masyarakat yang akan melaksanakan kurban, sehingga proses ibadah dapat berjalan dengan khusyuk dan aman dari penyakit,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Usai Pantau Perbatasan, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Serap Aspirasi Warga Dusun Pallae

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, melanjutkan agenda kunjungan lapangannya dengan bersilaturahmi bersama masyarakat Dusun Pallae, Desa Bila, Kecamatan Dua Pitue, usai melakukan pemantauan langsung di wilayah perbatasan Sidrap.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo itu disambut hangat oleh warga bersama Tim Sahabat Muda yang telah menanti kedatangannya. Suasana penuh keakraban langsung terasa saat rombongan tiba di lokasi.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Sahabat Muda, Muh. Edwin Usman, SH, turut mendampingi Bupati bersama rombongan. Sebelumnya, Syaharuddin Alrif diketahui bermalam di kawasan Puncak Bila, sebelum melanjutkan perjalanan pada siang hari menggunakan motor trail untuk menjangkau dan memantau kondisi wilayah perbatasan yang cukup menantang.

Usai meninjau perbatasan, rombongan kemudian singgah di Dusun Pallae untuk bersilaturahmi sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat setempat. Meski disambut dengan jamuan sederhana, suasana kebersamaan terlihat hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Pituriase, sejumlah kepala desa dan kepala dusun, para pelaku usaha, serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati bersama warga berbincang santai mengenai kondisi wilayah, potensi daerah, hingga berbagai harapan masyarakat ke depan.

Syaharuddin Alrif menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang erat antara pemerintah daerah dan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini jarang tersentuh kunjungan langsung.

“Silaturahmi seperti ini bukan sekadar kunjungan, tapi bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan warga,” ujarnya.

Kunjungan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat, mengingat sudah cukup lama wilayah tersebut tidak dikunjungi secara langsung oleh kepala daerah.

Warga pun menyambut positif kehadiran Bupati Sidrap. Mereka menilai, kunjungan tersebut tidak hanya menunjukkan perhatian pemerintah, tetapi juga menjadi energi baru dalam membangun kebersamaan dan mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan.

Dengan pendekatan langsung dan humanis yang ditunjukkan, Syaharuddin Alrif kembali menegaskan komitmennya dalam membangun Sidrap dari seluruh penjuru, tanpa terkecuali.

Continue Reading

Trending