Connect with us

UPT SPF SDI Bertingkat Bara-Baraya II Makassar Berbagi Ratusan Paket Sembako ke Warga dan Buka Puasa Bersama

Published

on

Kitasulsel—Makassar –– UPT SPF SDI Bertingkat Bara-Baraya II Makassar saat ini menggelar berbagi paket sembako ke warga. Selain berbagi paket sembako, buka puasa bersama juga digelar, Kamis (28/03/2024).

Kepada awak media, Suardi Salpin, S.Pd., M.M., sebagai kepala sekolah mengatakan, Alhamdulilah ratusan paket sembako hari ini kami salurkan ke warga atau pengguna jalan.

Kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari pada pendidikan karakter dan rutin di laksanakan setiap tahunnya di moment bulan suci ramadhan 1445 H, ucapnya.

Suardi Salpin menjelaskan, bahwa kenapa kita tidak coba hari ini untuk berbagi kepada sesama. “Bukan persoalan jumlahnya, kepada keikhlasan. Semua ini dapat terlaksana berkat kekompakan siswa(i) atau anak kita bersama orang tua/wali mereka.”

Jadi takjil ini atau sembako ini dibagikan ke pengguna yang diberikan oleh anak- anak atau siswa(i) yang kebetulan melintas di depan sekolah kita.

Ini penting, bagaimana anak itu diajar untuk bisa berbagi mulai dari sekarang. Ini juga bagian dari produk Pancasila di kurikulum merdeka, dimana kita diajar berbagi, jelasnya.

Suardi Salpin menambahkan, mudah-mudahan dengan dengan stimulan yang sekarang ini yang pertama mudah-mudahan tonton berikutnya kita lebih meningkat lagi yang tadi yang saat kita baik kurang lebih 300 paket hanya kira-kira sekitar 15 menit habis.

Luar biasa kekompakan mereka, antara siswa(i), orangtua dan guru UPT SPF SDI Bertingkat Bara-Baraya II Makassar. Semoga dapat bermanfaat dan kita semua mendapat amal jariah di siswa Allah SWT, Aamiin, pungkasnya.(Andis)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending