Connect with us

Kado Istimewa Basarnas Makassar Peringkat 1 Perencanaan Keuangan dan Laporan Kinerja

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merayakan hari jadi ke-52. Rangkaian tersebut diawali upacara di halaman kantor pencarian dan pertolongan Makassar, Jalan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis 29 Februari 2024.

Kegiatan HUT ke-52 tahun Basarnas tersebut dihadiri para pegawai Kantor Basarnas Makassar, tak hanya itu terlihat juga sejumlah purnawirawan dan ibu-ibu DWP Basarnas Makassar.

Mexianus Bekabel, Kepala Kantor Basarnas Makassar mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas perjalanan panjang Basarnas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pada tanggal 28 Februari merupakan hari yang istimewa bagi kita semua. Keluarga besar basarnas seluruhnya dan Insan Sar di seluruh Indonesia pada umumnya, karena pada tanggal itu Basarnas yang diidentik dengan baju Orange ini lahir,” ujarnya kepada awak media.

Rangkaian kegiatan lainnya juga digelar di aula Kantor Basarnas Makassar, pada kegiatan tersebut pemberian sejumlah hadiah yang sebelumnya digelar berbagai lomba yang diikuti para pegawai Basarnas Makassar.

Selain itu, pemberian kado istimewa berupa penghargaan kepada Basarnas Makassar atas peringkat 1 terkait Perencanaan, Keuangan, dan Laporan Kinerja Basarnas yang ada di Indonesia.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Kepala Kantor Basarnas Makassar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending