Connect with us

HKG ke 51, PJ Ketua TP PKK Sulsel Apresiasi TP PKK Makassar Turunkan Angka Stunting

Published

on

Kitasulsel—Makassar—PJ Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Sofha Marwah Bachtiar mengapresiasi berbagai program kerja TP PKK Kota Makassar yang berjalan sukses sesuai visi misi PKK.

Hal tersebut disampaikannya saat memberi sambutan dalam kegiatan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-51 Tahun 2023 di Upper Hills, Senin (16/10/2023).

Salah satu keberhasilan yang di apresiasinya yakni keberhasilan TP PKK Kota Makassar dan Pemkot Makassar yang mampu menurunkan angka stunting di Kota Makassar.

Menurutnya hal ini menjadi pencapaian luar biasa mengingat Kota Makassar adalah salah satu dari 24 Kabupaten/Kota di Sulsel dengan jumlah penduduk terbanyak yang memiliki risiko tinggi terkena stunting.

“Berdasarkan data Riskesdas dan SSGI Tahun 2022, prevalensi Stunting di Kota Makassar mengalami penurunan. Ini tentunya tidak lepas dari kerjasama yang baik dari Pemkot Makassar dengan Tim Penggerak PKK serta seluruh stakeholder di Kota Makassar,” ucapnya.

Sofha berharap TP PKK Kota Makassar dan TPP Prov. Sulsel mampu bersinergi sesuai dengan tema Hari Kesatuan Gerak PKK ke- 51 Tahun 2023 ”Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh”.

“Bahwa kebersamaan dan keterpaduan harus kita curahkan sebesar-besarnya untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Oleh sebab itu mari kita optimalkan kerjasama kita,” ucapnya.

Pada acara tersebut, terlihat hubungan yang hangat antara PJ Ketua TP PKK Provinsi Sulsel dan Ketua PKK Kota Makassar, bahkan mereka terlihat bernyanyi bersama, menunjukkan kerjasama yang erat dalam mencapai tujuan bersama.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending